Tampilkan postingan dengan label MST2014. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MST2014. Tampilkan semua postingan

Selasa, 13 Mei 2014

next, please!

 

it’s officially done, now. am I happy?

sebagai orang yang sangat emosional, saya sering lebih fokus ke perasaan dibanding hal-hal rasional lainnya, ngaku aja sih, hehe.

iya saya lega banget MST akhirnya kelar juga. lega karena ga perlu lagi terburu-buru berangkat ke kampus dan kehilangan momen bersantai di pagi hari bareng Alanna, lega ga bakal misuh-misuh lagi karena bingung atau panik dengan printilan jadwal yang berantakan, lega bisa pulang lebih cepet ataupun ga ngampus seharian, dan entah lega karena apa lagi.

yang dodolnya, sekarang saya malah bingung mau memulai lagi ‘kehidupan normal’ saya dari mana, hahahah. setelah sekian banyak hal yang saya tunda gegara fokus di MST, saya bingung mau ngerjain yang mana dulu.

mungkin yang perlu saya lakukan adalah menuliskan daftar misi saya berikutnya, ketimbang terus-terusan cengo’ kayak orang bego. so starting next week, I’ll be ready for my next mission. lah emang kenapa gak dimulai dari minggu ini? well, I’d like to take this week as a free week! seperti saya bilang ke Baba, mau leha-leha dulu (macam orang kantoran lagi cuti gitu lho), sambil nyiapin rencana piknik ke Pulau Pramuka bareng temen-temennya Baba di akhir pekan ini.

hey mission, next please!

Selasa, 29 April 2014

dua bulan, sebelas cinta

 

saya tidak percaya dengan yang namanya ‘cinta pada pandangan pertama’.

faktanya, saya baru bisa jatuh cinta pada kalian setelah beratus-ratus kali kita bertemu pandang.

ya, pada akhirnya saya harus mengakui bahwa saya jatuh cinta pada kalian. iya kalian, anggota kesebelasan yang hobinya bercanda, tertawa, bernyanyi, main kartu UNO, saling meledek, dan saling menggombal satu sama lain. saking jatuh cintanya, saya rela mengalokasikan waktu setiap sore di minggu-minggu terakhir ini untuk sekedar berpikir, makanan apa yang akan saya masak esok untuk kemudian saya bagikan ke kalian.

oiya, kalian tau tidak? berkat kalian-lah saya masih bisa hidup sehat dan bertingkah laku normal sampai detik ini. tak perlu tanya kenapa, karena saya sedang tidak berminat menceritakan alasannya.

saya minta maaf, karena tidak setiap saat saya bisa mendampingi kalian. sungguh saya terharu, tanpa saya temani pun kalian masih mau bertahan mengerjakan tugas-tugas yang (mungkin) tidak menyenangkan itu. meski kalian beberapa kali menyebut diri sebagai ‘anak-anak’, ternyata kalian tidak kekanak-kanakan kok. saya bersyukur sekali.

dan bila di sepanjang perjalanan ini ada, atau bahkan banyak hal tak berkenan, maka koreksi dari kalian akan selalu saya tunggu.

di satu sisi, momen selama dua bulan ini adalah tempaan yang teramat berat bagi saya, bila terlalu kasar untuk menyebutnya ‘pengalaman buruk’. namun entah kenapa, semua hal berat/buruk itu terganti seketika dengan rasa gembira setiap kali saya bercengkrama dengan kalian. seketika itu saya merasa terberkati dengan adanya kalian.

saya yang melankolis ini, bisa dipastikan akan menitikkan air mata bila tiba saatnya kita berpisah di hari senin nanti.

semoga Allah berkenan kumpulkan kita lagi dalam momen yang lebih baik dari hari ini.

terima kasih tulus tak berbatas untuk kalian. 

1978524_10203447317083059_2073567771_o