Selasa, 31 Desember 2013

the upcoming 2014: #2


malam ini saya gak merayakan apa-apa. meski letupan petasan dan tiupan terompet mulai riuh, tapi saya tak tergerak sedikitpun untuk bergabung. seperti status dosen saya di Facebook, “hari ini hari selasa, besok hari rabu, that’s all”. selain memang tidak diajarkan dalam Islam, perayaan tahun baru toh memang gak ada faedahnya, bukan? mending ngurusin Smurf peliharaan saya di Facebook, saya suruh semua pada kerja, kecuali Wild yang saya bebastugaskan karena saya kehabisan bahan meramu jamu untuk hewan-hewan yang dikutuk itu. eh lha ini kok malah jadi bahas Smurf sih??

sejujurnya saya malu nulis tentang resolusi tahun 2014. sebagai muslim, acuan saya kan mestinya tahun baru Hijriyah, yang tentu sudah lewat sekitar tiga bulan yang lalu. tapi payahnya, saya sama sekali gak mencatat secara tertulis resolusi untuk tahun 1435 Hijriyah! dan pada akhirnya saya harus mengakui bahwa ternyata saya belum serius mengaplikasikan Islam di segala sisi kehidupan saya. note to myself, di tahun hijriyah ini saya mesti lebih baik lagi dalam hal itu.

nah, meski saya tidak menganggap malam pergantian tahun sebagai momen yang spesial, saya gak bisa bohong bahwa saya sangat antusias menyambut datangnya 2014. ini sebenarnya kontradiktif gak ya? saya juga rada bingung sih, hehehe. tapi saya punya alasan atas ke-antusias-an saya tersebut; saya punya banyak rencana. here some of the list:
  1. mulai Januari 2014, saya akan punya kontrak kerja baru dengan salah satu institusi penyelenggara pelatihan di kampus. untuk hal ini, saya bersyukur banget. setidaknya saya punya kegiatan rutin di kampus sehubungan dengan status saya yang masih ‘gak jelas’ ini. well, kontrak baru = sumber penghasilan baru, ya dong? mungkin jumlahnya gak seberapa, tapi yang pentiiiiiing…… Alhamdulillaah :)
  2. rencananya, selama setahun kedepan saya juga akan punya riset mandiri yang dibiayai oleh DAAD, sebagai award atas predikat MST Best Participant 2013. buat saya ini WOW sekali! meskipun sampai detik ini saya masih belum punya proposal yang fix, bayangan tentang ‘riset mandiri’ itu cukup memacu semangat saya untuk terus belajar dan belajar. saya gak membayangkan tema riset yang wah, asal bisa bikin publikasi nasional aja rasanya excited banget. hal ini seolah peluang untuk saya membayar ‘utang’ gara-gara artikel ilmiah yang saya submit berdasarkan isi tesis saya tidak kunjung mendapat respon. ya sudahlah, yang lalu biar berlalu, hehehe.
  3. bulan Maret 2014, Alanna akan saya daftarkan ke kelompok bermain unit kampus. ini bikin saya antusias karena berarti saya akan punya rutinitas baru! bangun lebih pagi, siapkan bekal, mengantar Alanna ‘sekolah’, menjemputnya di gerbang sekolah, dan mungkin mengajaknya ‘main’ ke kampus lebih sering lagi. salah satu ambisi saya: mengenalkan Alanna pada mikroskop. maafkan atas keegoisan saya, tapi yaaaa kali-kali aja dia tertarik, kan nanti bisa bantu saya identifikasi plankton, hehehe *aseli ini mah terlalu ambisius sekaligus oportunis, hahah*. eniwei, gagasan tentang ‘sekolah’ sama sekali bukan pemaksaan saya maupun baba lho, ini murni niat kami untuk memfasilitasi Alanna yang kelihatannya udah gak sabar ingin sekolah. kalopun nanti dia gak betah ya gak apa-apa, tinggal balik lagi ke ‘sekolah alam’ di kampung sebelah komplek seperti rutinitasnya selama ini :D
  4. ikutan summer course selama sebulan di Hawai’i. duh ini tuh bakal jadi dream-comes-true kalo beneran jadi. saya kepengen ikutan bukan masalah lokasi course-nya, tapi karena materinya yang saya cari-cari banget sejauh ini. sejak memantapkan diri untuk mendalami topik microbial oceanography, saya masih dibuat takjub dengan cakupan materinya yang amat luas, sampai akhirnya saya bingung mesti mulai belajar dari mana. I do do need a tutor, yet at this time, I could not find the suitable one. saat beberapa hari yang lalu saya melihat course ini sedang open application, saya langsung panas dingin! lebay banget ya saya, padahal ngisi formulir aplikasinya aja belom, hehehe. but I’ll do so very soon, wish me luck!
  5. mulai menyusun rencana untuk sekolah lagi di tahun berikutnya. kali ini saya gak mau ‘asal-asalan’ lagi, semua HARUS direncanakan sebaik-baiknya, termasuk back up plan-nya. intinya sih, gak boleh mengulangi kesalahan yang sama ya, yas ;)
daftar di atas memang baru sebagian dari rencana yang saya susun untuk tahun depan. lainnya? masih banyak. terutama urusan ibadah, banyaaakkkk banget PR yang harus saya kerjakan. malu mau ditulis di blog, ehehehehe.

ya, manusia hanya bisa berencana dan Allah swt-lah yang berkuasa menentukan. saya pasrahkan pada Allah swt dan hanya berharap Allah swt ridha dengan rencana saya :)

cheers!

Selasa, 24 Desember 2013

the upcoming 2014: #1

 

sepertinya memang saya hanya HARUS berusaha mengumpulkan kepercayaan diri sebanyak-banyaknya.

cmore banner_blog

be ready, Hawa'i’i. I’ll go get you!

 

*doakan saya ya teman-teman :)

Sabtu, 14 Desember 2013

fragmen

 

ah ya, saya mungkin sedang sangat-sangat melankolis.

tapi begitulah, beberapa waktu terakhir ini, setiap saya ingat beliau, saya tidak tahan untuk tidak meneteskan air mata. segitunya saya. rasanya ada lubang yang besar dan kosong. yang belum bisa diisi oleh apapun. oleh siapapun.

ruangan beliau masih di situ. dan selalu kosong. jabatan beliau memang sudah ada yang menggantikan sebelum beliau pergi, tapi ruangan itu tak pernah ditempati oleh sang pemegang amanah yang baru. hingga setiap saya melewatinya (dan memang saya selalu melewatinya), percik rindu itu semakin deras.

dulu, setiap kali saya temukan celah terbuka di pintunya, ada energi yang menarik saya untuk sekedar mengetuk pintu dan melongok ke dalam. melihat sosoknya di balik meja. tidak selalu di balik meja, karena terkadang saya mengetuk pintu saat beliau sedang menerima konsultasi mahasiswa, atau sekedar mengobrol santai dengan kolega. dan beliau selalu menyapa saya dengan hangat. bahkan saya yang awalnya tidak punya niat apalagi bahan obrolan secara sengaja, pernah terjebak selama berjam-jam mengobrol ngalor ngidul dengan beliau.

tentu bukan obrolan yang tak berguna. bagi saya, obrolan dengan beliau selalu membawa pengetahuan baru, atau sekedar inspirasi sederhana tentang hidup. dan itu yang saya rindukan sekarang. begitu rindunya saya dengan sosok yang bisa saya ajak bicara di kampus ini. betapa sepinya hati saya.

sejujurnya tak ada keluhan spesifik yang ingin saya utarakan. tidak ada. saya merasa cukup nyaman dengan kehidupan saya saat ini di kampus. saya tak sedang berkonflik dengan siapapun. bahkan saya cukup percaya diri untuk bilang bahwa saya bisa menjalin relasi yang baik dengan setiap orang di kampus, baik itu dengan dosen yang merangkap pimpinan departemen, maupun dengan junior yang selisih umurnya sepuluh tahun dibawah saya.

dan itulah yang membuat saya bingung, seolah tak ada alasan bagi ruang kosong itu untuk muncul ke permukaan. namun kenyataannya itu yang terjadi. tiba-tiba saya merasa ingin dan perlu bicara dengan beliau. untuk alasan yang saya sendiri tidak tahu. atau mungkin karena dulu saya juga sering tiba-tiba ngobrol dengan beliau tanpa alasan yang jelas?

ya, saya akui memang hal ini hanya berlaku untuk saya dan beliau. instant conversation. bisa jadi ini yang saya rindukan dari beliau. orang yang tidak berharap banyak dari sosok lawan bicaranya. tulus. karena esensi berinteraksi baginya mungkin adalah bertukar cerita, bukan untuk menonjolkan pencapaian diri sendiri.

saya rindu. sangat rindu. rindu untuk sekedar mengetuk pintu. rindu untuk sekedar bertanya, “bapak, sedang apa?”. rindu untuk sekedar melihat sosoknya dibalik meja dan netbook berwarna biru. rindu untuk sekedar mendengar titipan pesan beliau yang disampaikan oleh orang lain saat saya tak ada, meski pesan itu hanya berbunyi, “ada yang lihat tyas gak hari ini?”, yang diutarakan karena sekedar bertanya, bukan karena ingin saya melakukan sesuatu untuknya.

saya rindu. sangat rindu.

how are you, pak?

 

 

*memutuskan untuk menulis ini setelah berpikir bahwa menulis mungkin bisa jadi terapi untuk kegalauan saya. lumayan.*