Selasa, 25 Agustus 2009

lain dari biasanya

ya. karena langit sudah se-terang ini, tapi saya masih belum mandi *bahkan baru bangun setelah tertidur 90 menit yang lalu, hehe*

dan ya. hari ini memang lain dari biasanya, meski segera akan jadi biasa juga sih nantinya. hari ini saya akan ke kampus, memenuhi panggilan kampus untuk menyerahkan berkas-berkas kalau saya masih mau diterima jadi mahasiswa kembali.

yoha, mahasiswa! profesi kebanggaan saya, hehehe...

pagi ini saya akan bersiap-siap. menyiapkan apa yang harus saya bawa siang nanti. menyiapkan mental untuk kembali berdamai dengan bangku kampus. menyiapkan hati untuk menjalani kehidupan baru sebagai mahasiswa. dan menyiapkan diri untuk tabah, bahwa mulai bulan depan saya tak lagi punya penghasilan *miskin di perantauan --> halahh*


SELAMAT DATANG DUNIA KAMPUS!^^


*akhirnya jadi mahasiswa lagi, perlu tumpengan gak?*

Kamis, 06 Agustus 2009

tepar lagih

fyuuuuuuhhh....akhirnya! setelah mondar-mandir kesanakemari, drop juga kondisi badan saya. hari ini gak ngantor dan tiduuuuuuuuuuuuurrr terusss dari tadi siang *lagi cuti sholat pula,jadi makin bablas aja tidurnya*. well, emang kadang-kadang kita *kita? lu aja kali, gw enggak, hehe* perlu sakit. buat ngingetin bahwa kita udah over-eksploitasi tubuh sendiri, dan buat ngingetin bahwa tubuh kita juga punya hak untuk "istirahat" sejenak dari gempuran-gempuran aktivitas *alagh, udah kayak yang sok sibuk gituh*. mungkin siang tadi saya masih sanggup-sanggup aja kalo harus maksain ke kantor. di kantor juga ada kerjaan menunggu untuk diselesaikan. tapi kenapa harus maksain? kenapa harus nunggu sakit dulu baru istirahat? kalo udah ada tanda-tanda mau sakit ya lebih baik utamain istirahat aja tho, mencegah lebih baik daripada mengobati, ya kan ya dong ya kaaaann??

kemaren itu pesawatnya terbang terlalu tingi. jarak denpasar ke jakarta ditempuh dalam waktu satu jam dua puluh menit, dengan ketinggian jelajah empatpuluhribu kaki. bentar ya, saya caritau dulu konversinya ke kilometer...

gugling nyari software konversi...

got it. duabelas koma sembilanbelas kilometer. asem. saya sih ngebayangin duabelas kilo itu panjang banget, atau kalo dalam kasus ketinggian ya tinggi banget. jadi nambah lagi penasarannya, seberapa besar ya perubahan tekanan yang terjadi? soalnya kuping saya rasanya sakiiiiiiiiittt...banget, terutama pas pesawat mulai turun dari ketinggian empatpuluh ribu kaki ituh. dohhh....kemaren pas berangkat dari jakarta, ketinggian jelajahnya tigapuluhsembilan ribu kaki, dan itu pun udah cukup bikin yas meler sampe keluar airmata gara2 keseringan nguap. ditambah seribu kaki lagi ternyata sukses bikin kuping sakit, pusing, dan migrain. yang bikin heran, perjalanan menuju ke ketinggiannya itu gak terlalu menyiksa karena rasanya berjalan lebih lambat, tapi pas mau turun.....beuh! ampun daaaaaaaahhh... rasanya kok ya cepet ajah, jadi gak imbang gitu. kebalikannya dari ingus, ingus kan turunnya lambat naiknya cepet...*gak ada analogi yang laen gituh??*

dan aktor utama dari semua "kekacauan" ini hanya satu: hidung. sejak divonis berpenyakit radang mukosa alias selaput lendir di hidung *rasanya sih sejak setaun yang lalu*, berulang kali perjalanan pesawat harus saya lalui dengan bersimbah airmata *halah halahh*. selain karena kecapekan dan kedinginan, penyebab utama penyakit saya kambuh adalah tekanan, terutama tekanan pekerjaan, hahahahah.... gak ding, becanda... ;p waktu itu dokternya bilang, perbedaan tekanan udara bisa memicu penyakitnya kambuh, mangkanya disarankan untuk gak "terbang" terlalu tinggi. tapi kan saya bukan pilotnya. dan emangnya siapa gue yang bisa nge-rikues tu pilot dengan seenaknya, "pak pilot, terbangnya jangan tinggi-tinggi ya, ntar saya bilangin lho ke bu dokter". saya kan bukan orang sekelas tomi soeharto *lah apa hubungannya??* eh ngomong-ngomong soal tomi soeharto, kemaren saya satu pesawat lho sama dia. pas nyampe di bandara ngurah rai doi langsung disambit, eh disambut gitu sama bapak-bapak berkemeja putih *bukaaaaan, bukan petugas rumah sakit jiwa lho ya* awalnya saya gak yakin itu tomi, tapi setelah berulang kali melakukan usaha pengintipan, dan terutama setelah melihat sambutan yang begitu gegap gempita di bandara ngurah rai *lebay*, saya yakin kalo itu tomi. ohiya, dia duduk di kelas eksekutif kursi no.3, sedangkan saya di kelas ekonomi kursi no. 5, dan perlu diketahui *kalo ada yang belom tau karena saya juga baru tau* bahwa di pesawat kemaren itu gak ada kursi no. 4. jadi artinya, saya duduk paling depan di kelas ekonomi, dan tomi duduk paling belakang di kelas eksekutif. dia gak tau lho kalo ada saya disitu....*woi woi, kok makin ngaco gini nulisnya!!*

hmmmhhh...ya sutralah. emang udah jatahnya saya gak seperkasa dulu *ngacir*, sekarang mah udah kalah sama radang mukosa, hehehehe...kecapekan dikit, tumbang. kedinginan banyak, tepar. terbang terlalu tinggi, nangis-nangis. yahh, alhamdulillaaaah....jadi kan ada alasan buat gak masuk kerja dan minta istirahat ekstra setelah bercapek-capek ria, hehe... emang dua minggu terakhir ini keasyikan mondar-mandir sih. setelah dari banjarmasin saya sempet pulang kantor kemaleman, kalo udah gitu minimal ada dua hal yang terjadi: telat makan dan keanginan. trus wikend kemaren pulang ke subang, dan senin sampe rabu di denpasar. karena hari senin itu penerbangannya jam tujuh pagi, saya harus bangun jam setengah empat biar gak telat ke bandara. dan pas nyampe denpasar baru ngeh kalo saya haid, wakwaaawww.... aselinya mah suka lemes buanget kalo hari pertama haid. tapi berhubung lagi kerja ya gak dirasa *meski yang dikeluarin itu darah kotor, tetep aja bikin lemes*. dan yang namanya menyelenggarakan pertemuan, bisa dipastikan saya gak bisa santai-santai *bullshit aja kalo ada yang bilang di bali selalu liburan*. hari pertama di denpasar saya ikut ke Mangrove Information Center, bantuin dosen Fahutan ambil sampel mangrove. ampun deh panasnyaaaaa... bikin meriang! malemnya saya baru bisa tidur jam tiga pagi setelah beres jemput si bos di bandara jam satu dini hari dan bantuin doi bikin bahan presentasi. paginya bangun dan mandi dengan terburu-buru, walhasil sarapan pun cuman dikit. wahhh, bener-bener pendzoliman terhadap diri sendiri deh...tapi alhamdulillah acaranya lancaaaaarr, rasanya lega meskipun lemes bukan main. malemnya makan seafood dan muter-muter di tengah hiruk pikuk Kuta sambil setengah teler *karena kecapekan, bukan mabok*

sepertinya beberapa hari terakhir cuaca emang lagi "garang" ya?? baru jam sembilan kok ya udah panas banget...jaga kesehatan ya kawan-kawan, meski sakit itu bisa menggugurkan dosa-dosa, menjadi sehat senantiasa jauuuuuuuuhhh...lebih enak, karena lebih banyak hal positif lain yang bisa dilakukan...setujuuu??


cheers!! ^^


Rabu, 22 Juli 2009

karena dia tahu saya begini

kuyakin dalam hatiku
kau satu yang ku perlu
kurasa hanya dirimu
yang membuatku rindu

bila saat nanti kau milikku
kuyakin cintamu
takkan terbagi, takkan berpaling
karena kutahu engkau begitu
karena kutahu engaku begitu

hingga ku pasti menunggu
selama apapun itu
demi cinta yang kurasakan
yang hanyalah kepadamu

percayalah kusungguh-sungguh
mengatakan semua
yakinkan hatimu kau milikku
karena kutahu engkau begitu
karena kutahu engkau begitu


*menunggu seseorang menyanyikan lagu ini untuk saya...hmmm...:)

Selasa, 21 Juli 2009

proposal hidup jilid satu

dan begitulah kiranya proposal itu saya serahkan pada Sang Pemilik Segala.proposal yang baru saja saya rampungkan pagi tadi, tepat setelah saya menyelesaikan rakaat terakhir (dari empat rakaat) shalat dhuha saya. begitu melegakan. seolah ada ribuan kilogram beras yang jatuh sudah dari pundak saya *lagian iseng amat kemana2 nggotong beras*

jujur saja, sebelumnya bahkan tak terpikirkan bagi saya untuk benar-benar menyusun "proposal hidup". bukannya tak pernah mendengar, tapi saya tak pernah sungguh-sungguh berniat membuat sendiri proposal hidup saya. kala itu saya berpikir, untuk apa bikin proposal hidup segala? bikin proposal berarti saya harus punya rencana matang, mau diapakan hidup saya ini nantinya. belum lagi kalau ternyata rencana yang saya susun ternyata gak ada satupun yang berhasil *seperti cerita sahabat saya yang katanya kapok bikin proposal hidup sejak sebagian besar rencana yang telah disusunnya hancur berantakan*. saya merasa hidup saya masih terlalu labil, selalu terjadi perubahan disana-sini. entah itu perubahan niat, perubahan cara pandang, hingga perubahan cara menjalani hidup itu sendiri *ckckckk, bahasanyaaaa...*

intinya, saya bahkan merasa tidak siap sekaligus tidak tahu bagaimana harus menentukan 'ingin saya apakan hidup saya ini'...dohhhh! *tepok jidat*

sampai dengan tadi pagi.

semuanya memang tidak saya rencanakan. maka kemudian hal inilah yang saya ambil sebagai pelajaran: bahwa dalam menyusun proposal hidup, saya nggak perlu terlalu ngoyo untuk menyeesaikan SEMUANYA sekaligus. mmmm, maksud saya gini. dalam hidup tentunya kita punya banyak aspek, seperti pendidikan, keluarga (membentuk keluarga misalnya), kesehatan, pekerjaan, dan banyak lagi yang lainnya. nah, proposal hidup bisa kita analogikan sebagai project proposal yang sifatnya parsial. misalnya nih, saat ini saya sudah menyelesaikan proposal hidup saya tentang pendidikan. saya sudah merencanakan apa yang ingin saya lakukan berkaitan dengan pendidikan saya. kalau ternyata saya belum menemukan ide bagus tentang apa yang ingin saya lakukan berkaitan dengan membentuk keluarga (menikah, misalnya), ya jangan terlalu dipaksakan untuk buru-buru selesai. santai saja...nanti juga idenya ketemu kok :)

tadi pagi, proposal mengenai salah satu aspek dalam hidup saya sudah saya serahkan pada Allah. detail, sangat detail. awalnya spontanitas aja sih. tiba-tiba saya ingin merencanakan sesuatu dengan sangaaaaaaaaaat detail. sempat terlintas di benak saya, apa gak terlalu soktahu dan takabur ya kalo saya menentukan apa yang saya mau dengan terlalu detail seperti itu?? tapi belakangan baru saya berpikir, apa salahnya? saya pernah membuat proposal kegiatan untuk acara di kampus hingga proposal penelitian skripsi saya. dan saya ingat benar, saat itu saya membuatnya dengan sangaaaaaaaatt...detail. tujuannya apa? ya supaya kita punya arahan tentang apa yang harus kita lakukan agar rencana-rencana itu bisa terwujudkan dengan sempurna. ada jadwal pekerjaan, ada deadline, ada tahap-tahap kerja, dan tentunya ada hasil yang diharapkan. nah, kalau untuk hal-hal sepele itu saja saya bisa bikin begitu detail, kenapa untuk hidup saya yang sangat-sangat tidak sepele ini saya nggak bisa?? kan aneh...

seorang teman bertanya pada saya, apa saya tidak takut kecewa kalau ternyata rencana saya tidak terwujud??

yahh...bukankah manusia memang hanya diberi hak sebatas untuk merencanakan???

masalah hasil akhir, adalah mutlak hak prerogatif Allah. tak ada yang bisa mengutak-atik keputusan final itu kan?

dan saya tahu, bila tak satupun rencana saya yang terwujud nantinya, saya yakin benar bahwa Allah sejatinya telah mengoreksi dan mengganti kesalahan-kesalahan yang saya perbuat dari proposal itu dengan hal lain yang lebih baik bagi saya. saya tau saya tak perlu khawatir :)

Jumat, 17 Juli 2009

tidak akan berubah

If I had to live my life without you near me
The days would all be empty
The nights would seem so long
With you I see forever oh so clearly
I might have been in love before
But it never felt this strong
Our dreams are young and we both know
They'll take us where we want to go
Hold me now
Touch me now
I don't want to live without you

Nothing's gonna change my love for you
You ought to know by now how much I love you
One thing you can be sure of
I'll never ask for more than your love
Nothing's gonna change my love for you
You ought to know by now how much I love you
The world may change my whole life through
But nothing’s gonna change my love for you

If the road ahead is not so easy
Our love will lead the way for us
Like a guiding star
I'll be there for you if you should need me
You don't have to change a thing
I love you just the way you are
So come with me and share the view
I'll help you see forever too
Hold me now
Touch me now
I don't want to live without you

Nothing's gonna change my love for you
You ought to know by now how much I love you
One thing you can be sure of
I'll never ask for more than your love
Nothing's gonna change my love for you
You ought to know by now how much I love you
The world may change my whole life through
But nothing’s gonna change my love for you
Nothing's gonna change my love for you
You ought to know by now how much I love you
One thing you can be sure of
I'll never ask for more than your love

Nothing's gonna change my love for you
You ought to know by now how much I love you
One thing you can be sure of
I'll never ask for more than your love
Nothing's gonna change my love for you
You ought to know by now how much I love you
The world may change my whole life through
But nothing’s gonna change my love for you
Nothing's gonna change my love for you
You ought to know by now how much I love you
One thing you can be sure of
I'll never ask for more than your love

Sabtu, 11 Juli 2009

just a good friend....can we??

saya menikmati setiap detik bersamanya. tawanya, candanya, ledekannya, sindirannya, celetukannya, segala keceriaan yang ia bangun di setiap kesempatan kita bersama. dan saya merasa, semua itu anugerah.




*picture taken from here

Sabtu, 04 Juli 2009

yang lelaki itu bilang...



...aku ingin menikah dengan seseorang yang tak sabar ingin kutemui setiap hari.


tapi bukan ditujukan ke saya lhoooooooooooo, hehehehe....

hanya mengutip dari sebuah film yang sedang saya tonton malam ini. film-nya unik. bride and prejudice. perasaan yang akrab di telinga saya pride and prejudice deh, kirain tadi ternyata emang film plesetan adaptasi-nya *nyengir*

anyhow, cukup romantis, membuat hati saya meleleh. meskipun, sekali lagi, bukan ditujukan pada saya, hehe...

*halaaaaaaaaaaaahhhh....melo deh, melo...*

selamat malam minggu, sayang ^^

*pentung, pentuuuung*



*) gambar diambil dengan semena-mena dari sini

sindrom cinema-freak yang bikin miskin

dan entah gimana awalnya, sekarang saya jadi hobi banget nonton ke bioskop. sayang udah gak jamannya lagi layar tancep. mungkin kalo layar tancep masih in, saya juga bakal jadi penggemar layar tancep, secara nonton layar tancep tu pasti bisa lesehan dan reramean.

oh iya, intermezzo dulu nih. jadi ceritanya, bulan juni kemaren saya nobatkan sebagai bulan jatuhmiskin 2009. apalagi pas akhir bulannya tuh, huahuahuahuaaa....pas banget honor telat dibayar *baru dibayar hari jumat kemaren*, pas pula sekian banyak "tagihan" menanti saya. umur bertambah, duit di dompet berkurang drastis, tragis abisss....pokoknya bulan kemaren saya gak nabung sama sekali. honor yang dibayar di awal bulan ditambah beberapa pemasukan dari hasil rapat dan sebagainya, gak sempet mampir ke rekening tabungan. tapi ya alhamdulillah-nya saya jadi gak perlu nge-gesek kartu di ATM. ya udahlah, biarin ajah. kapan lagi bisa nyenengin mereka-mereka itu? taun depan *kalo masih idup* belom tentu juga saya masih punya cukup uang untuk nraktir temen-temen? pake duit ortu buat nraktir kok rasanya gak fair ya?

nah, balik lagi ke sindrom cinema-freak tadi. salah satu yang bikin saya jatuh miskin *gak hanya di bulan juni tapi juga di bulan-bulan lainnya* adalah hobi nonton. kemaren saya sama uli sempet-sempetnya flashback, sejak kapan ya kita jadi hobi nonton ginih? dulu sih waktu masih ngampus perasaan gak pernah tuh bela-belain nonton ke bioskop. setelah beradu argumen sampe titik darah penghabisan *lebaaaaayy* akhirnya kita dapet satu kesimpulan maha penting:

sejak XXI botani square resmi dibuka.

kalo gak salah kita nonton harry potter disituh.


waaaaaaaahhh....edan juga ya tu mall, sukses mengubah gaya hidup kita menjadi sangat royal untuk urusan nonton-menonton, hehehe...

well, emang jadinya royal sih. sekali nonton minimal limabelas ribu. itu kalo nontonnya diluar wiken. lha kita kan seringnya nonton pas wiken, yang tarifnya melonjak dengan semena-mena jadi duapuluh atau duapuluhlima ribu, tergantung kita nonton dimana. selama ini emang seringnya nonton di botani square, secara tempat itu lebih nyaman aksesnya. ya sebenernya bukan yang paling deket juga, hanya karena film-film yang diputer disana adalah film ter-update kalo dibandingin sama beberapa bioskop lain di bogor. dan gak cuman nonton, kadang jajan juga buat dicemal-cemil sambil nonton. seringnya sih kopi sama popcorn. bisa abis duapuluh ribu sendiri tuh. udah gitu, pulang nonton pastinya kelaperan dong, apalagi kalo jadwal putar film-nya motong jam makan. keluar studio langsung jelalatan liat tukang makanan. makan deeeeehh... nah, di-totaljendral, sekali kita keluar rumah dengan tujuan nonton bisa abis limapuluh ribu bahkan lebih! itu juga blom diitung mampir supermarket dan beli beberapa barang! hwaaaaaaaaaaahhh....gimana kagak miskin!!! jadi kesimpulannya bukan nonton film-nya ya yang bikin miskin, tapi "sampingan-sampingan"nya itu, hehehehe....

*dipentung editor, ini sebenernya nyerita hobi nonton apa hobi boros sih?? lah kan dua-duanya ed, hehe*

yah tapi intinya sih tetep satu: nonton. toh emang kita nonton karena emang pengen nonton. pengen liat hasil karya orang di bidang perfilm-an itu *alaaaaghh..*, pengen menyaksikan jalan cerita yang katanya bagus itu, pengen melototin akting para pemaennya yang katanya keren itu *dan ganteng pula, jangan lupa!*, pengen liat teknik efek audiovisual yang katanya dahsyat itu, dan pengen mbuktiin teori tentang nonton-bisa-menyegarkan-pikiran itu *ngarang ini mah, hehe..*

pikiran segar, tapi dompet tidak bugar, ahahahahahahaaa...

ah sutralah, udah pada gede-gede ini. gak saatnya lagi bertanya dan mengeluh hanya gara-gara nonton trus ngerasa miskin. kalo emang udah sadar bahwa nonton itu bikin miskin, ya gak usah nonton aja kalo gak mau miskin. tapi kalo masih ngotot pengen nonton, ya brarti mesti siap-siap kalo nanti jatuhmiskin. sangat sederhana, kan? tiap aksi pasti ada reaksi *sok-sok pinter fisika padahal mah dapet C*, taip perbuatan pasti ada resikonya. jadi, sebelum kita melakukan suatu perbuatan ada baiknya kita juga udah bisa mengira-ngira apa resikonya. buat antisipasi biar gak nyesel dan gak ngeluh di belakang. sepakat??

pesan moral hari ini:
jika memang anda rajin nonton, ada baiknya anda juga rajin menabung

selamat hari sabtu, kawan. hari ini saya mudik ke subang lohh...hasta la vista, jakarta!! ^^

*gambar dipinjam dengan semena-mena dari sini

Selasa, 30 Juni 2009

hidup yang aneh

saat saya merasa hidup begitu aneh? benarkah memang begitu??

atau...

hidup ini jadi "aneh" karena berisi makhluk-makhluk "aneh" di dalamnya? apalagi yang itu tuh, spesies berdiri dan berjalan tegak, berkaki dua, dan punya otak yang kadang dipake gak pada tempatnya *alagh, ngemeng apa seh gw?*

dan, lebih spesifik lagi: makhluk berjenis kelamin laki-laki.

dulu, waktu saya masih seru-serunya menikmati masa SMA, seringkali saya dicurhatin temen-temen cowok. intinya sama: gimana sih cara ngadepin cewek? seolah cewek adalah makhluk "asing" yang bikin penasaran tapi ternyata begitu sulit dimengerti. padahal mah kalo saya pikir-pikir lagi, egois bener pernyataan kayak gitu. saya kok yakin banyak juga kaum perempuan yang dibikin blingsatan sama laki-laki gara-gara sikap kaum bersimbol lingkaran dan panah yang unpredictable ituh. nah...kalo gitu kan jadinya impas donks! wehehehee...

dan sekarang...saya jadi salah satu korbannya. fyuuuuhhh...emang susah ya jadi selebritis?
*dipentung satpam komplek*

oh bukaaaann...pada dasarnya sih sekarang saya bukan sedang mengalami peristiwa patah hati, meskipun ada indikasi ke arah situ *sigh* tapi sedang dibikin bingung aja sama sikap beberapa laki-laki yang saya kenal saat ini. ada yang cuek secuek-cueknya *gak nyadar apa si cewek jungkirbalik mikirin dia??* tapi ada juga yang kayaknya terserang sindrom obsesif *meskipun tu cewek gak cinta, he'll do anything to spend the rest of his life of being with her*. lucunya *eh, sopan gak sih saya nyebut 'lucu'??* kedua jenis lelaki itu malah berpasangan dengan perempuan yang...hmm...apa ya istilah yang tepat untuk menggambarkan keadaan mereka??

well, semacam...gak matching.

lelaki cuek itu 'berpasangan' dengan perempuan melankolis yang gampang banget blingsatan kalo sehari aja gak tau kabar si lelaki.

sementara, si lelaki obsesif malah terobsesi sama satu perempuan yang cueknya ampun-ampunan. she knew that the man loved her a lot, terlalu banyak malah. tapi karena satu dan lain hal, dia lempeng aja. cuek. salah satu alasannya, dia(si perempuan) masih belom yakin kalo lelaki-nya itu bakal bisa bikin dia bahagia. ah entahlah...saya mulai garuk-garuk kepala kalo mengingat-ingat hubungan mereka.

haaaaaaaahhh...postingan macam apa sih ini?? gak pentiiiiiiiiiiiiiiiiinggg....

pentingan juga laporan amdal ituh, dooohhh....kok ya tebel bener sih! besok terancam ngantuk di ruang rapat nih!! >.<

udah ah, lanjut mbaca lagi ajah. mestinya malem ini kan saya begadang buat MEMBACA dan bukan MENULIS...*kecuali nulis catatan kecil dari laporan itu*


hidup yang sungguh uwaneeeeeeehhhh....

Rabu, 24 Juni 2009

saksikanlah bahwa aku bahagia

Aku hanya ingin bahagia, Tuhan
Dalam setiap detak nafas yang kuhirup-hembuskan
Dalam setiap langkah yang kuayun-hentakkan
Dalam setiap kata yang kukunyah-ludahkan
Dalam setiap ramai cerca yang mampir di telinga

Aku ingin selalu merasa bahagia, Tuhan
Dalam setiap hening pagi yang khidmat
Dalam setiap syahdu selimut senja berwarna lembayung
Dalam setiap kering angin musim kemarau
Dalam setiap gigil tulang yang diterpa kristal salju

Dan aku akan berusaha untuk terus bahagia, Tuhan
Bersama setiap harap yang terucap sayup-sayup
Bersama setiap mimpi yang membumbung tinggi di langit penuh bintang
Bersama setiap deras derai tawa seribu sahabat
Bersama setiap airmata yang mengiringi jutaan peristiwa

Karena aku yakin, Tuhan
Kau menciptakan aku agar aku selalu bahagia…


sujud syukur atas segala anugerah kebahagiaan yang Kau kirim untukku, Tuhan…aku SANGAT bahagia

Sabtu, 20 Juni 2009

tentang ikatan hati

sungguh hidup tak selamanya mudah
meski jujur saja, berat bagi saya untuk mengatakan bahwa hidup itu sulit
mudah atau sulit, tergantung cara kita memandang hidup itu sendiri kan?

tapi tak bisa dipungkiri, yang namanya masa sulit itu pasti pernah hadir dalam hidup saya
menyapa entah sekali, dua kali, atau bahkan ratusan kali. berganti-ganti.
bersyukur, masih selalu ada keyakinan bahwa setiap masalah pasti ada jalan keluarnya
teringat pesan pendek dari seorang adik, bertahun-tahun yang lalu:

selama masih ada semangat dan keyakinan tersisa (meskipun sedikit) percayalah
bahwa everything’s gonna be okay , cheer up sist!^^



dan airmata-nyaris-putus asa yang sempat menetes itupun akhirnya mengering,
berganti harapan baru, harapan akan jalan keluar baru.
Bukankah Allah memberi pertolongan dari arah yang tidak kita duga??

dan doa itu, yang selalu meyakinkan saya bahwa tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini
Bila Allah sudah berkehendak, tak ada yang tak bisa
doa yang membuat saya yakin
bahwa Allah saja-lah yang menggenggam dan mengendalikan hati setiap manusia:

saat kita mulai tak yakin bahwa kita akan sanggup menghadapi orang lain,
atau lingkungan yang benar-benar asing bagi kita,
yakinlah bahwa Allah ada bersama kita
Allah yang mengendalikan hati kita,
maka Allah juga yang mengendalikan hati orang yang kita hadapi
tak perlu takut, dan segera usir saja kecemasan itu
Allah yang akan bantu kita “menaklukkan” mereka
Allah yang akan melembutkan hati mereka
Allah yang akan mengikatkan hati kita dan mereka

Karena doa itu, adalah doa pengikat hati. doa rabithah.

Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui
bahwa hati-hati ini telah
berkumpul untuk mencurahkan mahabbah hanya pada-Mu,
bertemu untuk taat
kepada-Mu,
bersatu dalam rangka menyeru (dakwah) di jalan-Mu,
dan berjanji
setia untuk membela syariat-Mu,
maka kuatkanlah ikatan pertaliannya, ya
Allah
abadikanlah kasih sayangnya,
tunjukkanlah jalannya,
dan penuhilah
dengan cahaya-Mu yang tidak akan pernah redup,
lapangkanlah dadanya dengan
limpahan iman dan keindahan tawakkal kepada-Mu,
hidupkanlah dengan
ma'rifah-Mu,
dan matikanlah dalam keadaan syahid di jalan-Mu.
Sesungguhnya
Engkau sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong.
dan semoga shalawat
serta salam selalu tercurah kepada Muhammad,
kepada keluarganya, dan semua
sahabatnya



karena siapapun dia,
apapun agamanya *bahkan jika ia tidak beragama*
seberapapun usianya,
sebanyak apapun hartanya,
sejauh apapun jaraknya dari kita,
setinggi apapun jabatannya,
se-asing apapun bahasa yang ia gunakan,
sekeras apapun karakternya,
segarang apapun wajahnya,
se-sensitif apapun perasaannya,
bahkan meski kita tidak mengenalnya sedikitpun…

selalu yakin bahwa TAK ADA SATUPUN makhluk yang terlepas dari penguasaan Allah
tak ada satupun GERAK yang tidak Allah lihat
tak ada satupun KATA yang tidak Allah dengar *meski tidak terucap sekalipun*,
dan tak ada satupun HATI yang tidak Allah ketahui isinya

jadi mengapa harus ragu lagi?
mulai bisikkan doa itu sembari membayangkan wajah-wajah orang yang ingin kita dekati hatinya

Allah MAHA Mendengar, bukan?

Semoga bermanfaat ^^

*special thanks to Lisma Safitri: sms-mu itu, yang datang disaat saya letih dan nyaris menyerah dengan segala keruwetan skripsi, sungguh tak akan pernah bisa saya lupakan. peluk sayang…

Jumat, 19 Juni 2009

menjelang shubuh

ahaaaaaaaaaayyy....sudah akhir minggu euy! yipyip, pamparampampam dung plak dunu dung pyaaaaaaakkk.... *halah, ikut-ikut Fa ajah...*

detik-detik menjelang shubuh yang nampaknya sayang banget untuk dilewati dengan tidur. ah iya, kenapa gak dari dulu aja kayak gini ya? bangun sebelum shubuhnya sih udah lumayan bisa, tapi dipikir-pikir malah gak produktif aja kalo langsung tidur lagi. nanggung pula, ntar shubuhnya malah jadi telat. wokeh wokeh, besok-besok kita coba lagi untuk terapi menulis blog sebagai ganti tidur menjelang adzan shubuh, hehehehe...

trus nulis apa dong? hmmm.... apa ya?? oh tentang nonton film Garuda di Dadaku aja kali ya. jam tujuh malem tadi, bareng uli, fahmi, irvan, dan vina, akhirnya saya bisa juga nonton tayang perdana film itu di xxi botani square. pengalaman pertama nonton film tayang perdana. ngerti gak maksudnya? hehehe...iya, selama ini saya belom pernah tuh nonton film di awal pemutarannya di bioskop. sebenernya hari ini juga gak begitu direncanakan. berdasarkan hasil chatting YM sekaligus perenungan mendalam akan kesuraman hari saya jika saya tidak menonton film itu *preett, ngemeng apaan sih gw?* akhirnya saya memutuskan nonton. intinya sih, refreshing! bener-bener saya butuh hiburan *selain butuh tidur tentunya* setelah sehari semalam berjibaku dengan laporan akhir proyek indramayu ituh. fyuuuhhh....terhitung sejak rabu malam kamis lalu *sekitar jam 10 malem kayaknya* saya mulai menyalakan komputer, dan baru saya matikan jam setengah empat sore tadi. yaaa emang kerjanya juga disambi chatting plus fesbukan siy, abis kalo gak gitu malah jadi ngantuk-ngantuk mulu kerjanya. beruntung saya punya beberapa teman yang emang bakat "ngalong", jadi meskipun saya kerja sampe jam tiga pagi, masih ada teman yang bisa diajak ngobrol lewat YM atau fesbuk. mudah-mudahan itu beneran mereka ya, bukan yang laen...*hiyaaaahh...sok brani bener lu yas*

dan laporan itu, hingga detik ini, belum juga selesai. ah duduuuuuulll...! saya merasa ini bukan salah saya lho. saya udah bilang sama si mbak translator, deadline-nya hari rabu karena mau saya kirim ke bangkok hari kamis. saya kan juga butuh waktu untuk edit dan layout laporan ituh. eeeehh, lha kok malah si embak-nya sampe sekarang masih belom ngirim hasil terjemahannya. ya satu bab lagi sih, tapi kan tetep aja butuh waktu. duh mudah-mudahan pagi nanti saya bisa konsentrasi penuh untuk menyelesaikan laporan itu. bikin repot aja mbaaaaak, mbak.....

wheww...adzan shubuh berkumandang sudah. siyap-siyap sholat dan tilawah sedikit. eh iya, satu hal yang belum saya ceritakan tentang nonton tadi adalah: kita kebagian duduk paling depan!!! whoaaaaaaaaaa....keluar studio kepala jadi pusing dan mata juling stadium awal. fahmi kayaknya puas banget ngeledekin saya kena karma gara-gara dulu pernah protes sama dia pas nonton night at the museum dan kebagian kursi deret kedua dari depan. ahahahahahhh...maafkan saya ya kawan-kawan. protes aja tuh sama anak-anak diploma 43 yang ngeblok tempat se-alaihim gambreng banyaknya. nonton massal buuuu....

ya sutralah, demikian postingan saya hari ini. semoga besok-besok masih diizinkan Allah bangun lebih awal dan tidak tergoda untuk tidur lagi. selamat hari jumat!

*hugs*

Minggu, 07 Juni 2009

post-marriage friendship

siapa bilang persahabatan itu priceless?? buktinya hari ini saya sukses tekor akibat kalap mentraktir sahabat-sahabat saya. tapi kalau ada yang bilang persahabatan itu mahal harganya, bakalan saya tolak juga pernyataan itu. karena kalau dipikir-pikir, uang yang saya keluarkan untuk mentraktir mereka tadi sama sekali gak bisa dibandingkan dengan kesenangan, tawa, dan kebahagiaan luar biasa yang saya dapatkan saat menghabiskan waktu bersama mereka. jatuhnya malah jadi murah banget. jadi kesimpulannya, berapa sih harga persahabatan itu? hehehehe…. sungguh topik yang gak penting untuk dibahas. sama gak pentingnya dengan orang yang mencetuskan hari persahabatan sedunia. buat saya tiap hari ya hari persahabatan, hari-hari dimana saya selalu merasa punya sahabat dan bisa “mengakses” mereka tanpa batas. lagian ngapain dipikirin, sahabatan mah ya sahabatan aja, gak perlu diitung-itung nilai ekonomisnya. kalau merasa rugi, tinggalin deh. habis perkara.

aaahhh…kenapa tiba-tiba ngomongin ini ya? padahal awalnya cuman mau say thanks buat sahabat saya paling juara se-jagat dunia, khususnya hari ini: haris rohim muharam. atas kebaikannya menemani saya roadshow kondangan di bandung, nyupirin mobil tanpa stuntman (nyetir mobil di bandung pas wikend tu sama aja nyari perkara, bikin encok!), sampai harus bersabar menahan lapar (baru makan siang jam 3 sore). aselinya gak tega liat dia nguap-nguap kecapekan pas perjalanan pulang, tapi apa daya saya gak bisa gantiin dia nyetir mobil karena emang saya gak bisa nyetir. tambahan lagi, dengan statusnya yang engaged, rasanya makin gimanaaaaa….gitu. meski tunangannya ada di kota lain, saya tetap terheran-heran dengan kecuekan dia yang masih mau jalan sama saya. kita emang udah temenan lama banget, dari kelas satu smp. dan diantara banyak sahabat saya yang lain, dia adalah salah satu yang bertahan tidak berubah sikap sedikitpun meski statusnya sendiri sudah berubah, bukan lagi “milik umum”, ya seperti saya ini, hehehehe…

well, jujur aja, hal-hal”sepele” semacam itu ternyata masuk juga ke pikiran saya. tentang hubungan pertemanan pasca berkeluarga. hadooooohhh…rasanya kok males ya membahas topik ini? seperti ada yang nyelekit di hati. kayak ada yang nyubit-nyubit kecil punggung tangan saya. pernah dicubit-cubit kecil? itu istilah saya untuk cubitan yang dilakukan dengan ujung jari atau kuku. meskipun yang dicubit juga cuman seujung kulit, tapi rasanya kan pedih-pedih nyelekit. ya begitulah rasanya bagi saya saat memikirkan “masa depan” suatu hubungan pertemanan pasca menikah/berkeluarga. nyelekiiiiiiittt….

adalah beberapa teman saya yang akhirnya memutuskan untuk menikahi sesama teman main. sesama teman ngumpul-ngumpul sejak sekolah menengah dulu. buat saya sih rada aneh, teman dekat kok bisa ya jadi pasangan suami istri? soalnya hal-hal seperti itu, meski pernah sempat terlintas di benak saya, saya berharap tidak akan mengalaminya sendiri. rasanya kok aneh aja kalau harus menikahi teman yang dengannya kita pernah saling ledek, saling hina, saling jambak, saling jitak, dan saling tau kejelekan masing-masing, tiba-tiba harus jadi teman tidur kita sehari-hari. gyaaaaaaaaaaahh…stop, stop! jangan diteruskan lagi ah, bergidik saya ngebayanginnya, heuheuheu… tapi tentunya saya juga gak mau bahas ini. terlalu relatif. setiap orang pasti punya persepsi dan definisi sendiri, sejauh mana sahabat bisa jadi pasangan hidup, dan sejauh mana hal itu tidak berlaku bagi mereka dan bagi saya. let’s skip this section.

adalah kemudian beberapa teman saya lainnya (dan yang ini jumlahnya mayoritas) yang menemukan pasangan hidupnya diluar teman main sehari-hari. ah ya, sebelum lebih jauh, saya batasi saja definisi “teman main sehari-hari”. karena bagi saya pribadi yang namanya teman main sehari-hari kebanyakan merujuk pada teman sma dan kuliah. bagi saya, dari dua lingkungan inilah saya paling banyak mendapatkan teman yang akhirnya saya nobatkan menjadi sahabat. lebih dari sekedar teman. nah, sebagian besar sahabat saya yang sudah menikah, menikah dengan orang yang tidak saya kenal sebelumnya, or at least, tidak terlalu saya kenal. jujur saya bahagiaaaaaaaa…banget setiap ada teman saya yang menikah, terutama jika bisa menyaksikan mereka berikrar pada saat akad nikah. rasanya lega dan bangga bisa mengiringi mereka memasuki babak baru kehidupan. Saya pernah sempat menangis di akad nikah salah seorang sahabat saking terharunya. tapi ternyata kemudian keharuan itu tidak lama bertahan. beberapa minggu atau bulan berselang, mulai muncul kangen. kangen karena komunikasi tidak berjalan se-intens dulu. ada yang pindah kota karena mengikuti pasangannya, sehingga kami (saya dan sahabat saya) tidak lagi bisa sering bertemu (komunikasi via telepon? yah, bagaimanapun gak akan ada yang bisa mengalahkan komunikasi tatap muka kan?). ada yang tetap tinggal di kota yang sama dengan saya, tapi tetap saja tidak se-available sebelumnya. gak bisa lagi leluasa hang-out bareng karena bagaimanapun mereka harus mempertimbangkan izin dan kepentingan keluarganya. fyyuuuhh...saat-saat inilah yang membuat saya kadang menyesal, kenapa gak saya aja sih yang nikah duluan, jadi kan bukan saya yang merasa “ditinggalkan” oleh mereka, tapi sebaliknya! hahahahahah.... cukup, cukup. lagi-lagi out of topic deh :D

yah, tapi memang seperti itulah adanya. ternyata rasa “kehilangan” itu nyata. dan saya tidak berdaya apa-apa dibuatnya. saya hanya bisa sadar, bahwa perubahan itu niscaya. kehidupan seseorang berjalan dan berubah untuk menemukan kesempurnaannya masing-masing. pada akhirnya pasti ada yang berubah. bahkan saya sendiri sudah merasakan hal-hal seperti ini jauh sebelum saya berpikir tentang kehidupan berkeluarga. hanya karena beberapa sahabat memutuskan untuk punya pacar (sedangkan saya memilih untuk tidak pacaran karena alasan pacaran = ribet), saya kemudian merasa terabaikan. waktu-waktu dimana normalnya kami main sama-sama perlahan dirampas oleh kepentingan lain yang seolah lebih penting: pacaran. dan sekarang semuanya seolah terulang lagi. bedanya, dulu saya masih bisa protes dengan cara ngambek saat mereka mengabaikan saya karena lebih mementingkan pacar. tapi kalau hari ini saya melakukan hal yang sama karena mereka lebih mementingkan suami/istri/keluarga mereka, jelas saya gak dewasa. toh suatu saat besar kemungkinan saya akan bersikap seperti mereka juga kan? it’s only a matter of time.

tapi saya kok yakin ya, meskipun saya nanti akhirnya menikah juga (amiiiin), saya pasti akan tetap merindukan masa-masa dimana hanya saya dan sahabat-sahabat saya. our precious time. saat dimana saya tidak akan merasa canggung tertawa bersama mereka, mengobral hal-hal gila dan memalukan, dan melepaskan semua status sosial seperti pangkat/jabatan, besaran penghasilan, karakter pasangan hidup, jumlah anak, dan tetekbengek keluarga lainnya. seperti hari ini. meskipun orang yang duduk di samping saya seharian tadi sudah hampir menjadi milik orang lain, tidak ada sedikitpun perubahan sikap yang saya rasakan dari dia. saya tidak merasa diabaikan meski beberapa kali dia menelepon tunangannya di sela perjalanan. saya juga tidak merasa canggung jalan bareng seseorang yang tidak se-available saya. itulah yang sebenarnya sangaaaaaaaaatt…saya harapkan terjadi pada hubungan saya dengan semua sahabat saya pasca sebuah pernikahan. tidak ada yang berubah meski hidup masing-masing dari kami sudah berubah.

tapi apa mungkin ya?

Rabu, 03 Juni 2009

songs of these days...

saya nyaris sulit untuk berpura-pura menutupi perasaan, tapi entah kenapa, saya hampir selalu berhasil melakukan hal itu...fffuuiiihhh...lelah juga lama-lama...

terngiang sebuah lirik lagu..

do you like to be praised by
answering everyone's expectations?
will your smile always be beautiful
even if you hide your true self?

[Kanashimi wo Yasasisha ni/Turning Sadness into Kindness, OST Naruto]


ah hidup, adaaaaaaaa...aja naik turunnya...

I lose my way
I even completely lose my words

[Road to You All, OST Naruto]


*naruto oh naruto, you've made my days...*

Selasa, 02 Juni 2009

(mau nulis banyak tapi kok ngantuk ya) -- rangkuman wiken bulan mei


hmmm...dicoba aja ya, mudah-mudahan gak ketiduran sambil nulis *alagh, biasanya juga kalo dah nulis susah brenti*

intinya sih rangkuman perjalanan hidup *halah* selama sebulan kemarin. wiken demi wiken yang dilalui dengan selalu-ada-acara dan terpaksa membolos untuk yang satu itu: rutinan cuci-otak-cuci-hati, heuheu...

dimulai dengan wiken pertama di awal mei. ini adalah kedua kalinya saya menginjakkan kaki di taman wiladaktika, cibubur. pertama kali waktu jemput adik saya yang ikut training forum indonesia muda (fim) angkatan 5, dan yang kedua adalah hari itu, sabtu-minggu, 2-3 mei 2009. acara fim angkatan 7 yang sejatinya dimulai sejak tanggal 30 april. awalnya sempet gak pede waktu diajak ina gabung sama panitia disana, alasan ina, panitia butuh tambahan laptop untuk bakar-membakar cd. berhubung saya gak ada kerjaan akhirnya saya ngikut aja. dan pada kenyataannya emang bener: saya gak pede, hwehehehehehh... aseli deh, meskipun beberapa orang di sana cukup saya kenal dengan baik *dan mereka juga kenal sama saya lah yaaa...*, tetep aja ngerasa gak pede. pikiran jelek saya bilang, orang-orang yang gak kenal siapa saya pasti memandang saya dengan tatapan siapa-sih-lu-perasaan-lu-gak-pernah-ngikut-training-ini-deh...ah tapi ya biarin lah, lagian udah lewat inih, heuheu... acaranya menyenangkan kok. tapi memang lebih menyenangkan lagi kalo kita ada disitu sebagai panitia LEGAL. mwehehehehe...*diucapkan dengan nada prihatin*

wiken kedua, berarti tanggal 9-10 mei. kali ini saya di bandung, konsinyasi dari hari kamis. apa ya yang mo dicritain? gak seru ah, hehehe...tapi yang jelas sih ada senengnya karena bisa ketemu bahkan ngopi-ngopi bareng adit di ngopi doeloe teuku umar *bandung lah yaa, masa' iya ciamis?*. terus apa lagi ya?? udah ah. yang seru cuman itu doang. di bandung juga gak blanja-blanji kok. secaraaaa...

then, wiken berikutnya: 16-17 mei. hmmm...saya lagi-lagi ke bandung. sok-sokan ikut lokakarya yang diliat dari judulnya aja udah mblenger duluan: workshop on coastal oceanography. and agaaaaaaaiinn.... sesuai dengan perkiraan sebelumnya: saya sukses termabok-mabok menyimak semua materinya. aaaaaaarrrrggghhhh!!! udah mah materinya susah, pake bahasa inggris pula. halahhalahhalaaaahhh...but the good parts were always stand behind all of the worst. meskipun "gagal" di workshop, tapi saya "sukses" di hal lain: silaturahim sama pakde bude yang mulai sepuh. bisa nginep di rumahnya yang cukup nyaman *well, meskipun hanya di rumah bagian depan-samping aja siy*, bisa ngobrol banyak sama pakde soal deklarasi pak beye-pak boed di sabuga, bisa bantu-bantu cuci piring dan menghangatkan makanan di microwave *hal-hal yang gak pernah saya lakukan di rumah sendiri, hehe*, plus bisa menikmati malam minggu yang tenang, baca buku sambil tiduran di sofa plus menghirup kopi instan. tambahan lagi, saya pulang pergi naik kereta parahyangan. berasa udah lamaaaaa....banget gak naik kereta. yah itung-itung pemanasan buat minggu depannya. emang ada apa gitu minggu depan?


hehehe...maap pembaca, dengan semena-mena tulisan ini saya interupsi secara sepihak. malam sudah larut, hujan juga sudah turun sedari tadi, pertanda saya harus segera tidur *padahal kan saya pengennya tidur dari dua jam yang lalu :( * cerita ada-apa-minggu-depan nanti saya posting menyusul, dalam tempo yang...yang...yang....kapan ya? hihihihi...ya pokoknya mah saya usahakan deh, terlepas dari singkat atau tidak singkat *temponya, maksud saya*. makasih ya sudah membaca ini *eh emang ada yang baca??* saya mo tidur ah, keburu hujan bosan turun tapi saya tidak juga tidur.


uaaaaaaahhh.........selamat malam semuanya, mimpi indah yaaaa.... ^^


dingin-dingin ujang gini kayaknya enak deh minum hot lemon grass...selain di bebek bengil ubud, dijual dimana lagi ya??

Senin, 01 Juni 2009

mukena-case dari dudu



lovely, isn't it?? i just wondered that she must have two wonderful hands to make it perfectly.
bunch of thanks, du! ^^

Senin, 18 Mei 2009

[sebelum] saya sakit jiwa lebih baik saya menulis

Sebenernya gak mau juga menyebut “kesialan beruntun”. Jujur saya menghindari menyebut kata SIAL (mangkanya mending saya tulis aja kan, hehe...). SIAL itu kesannya bad luck (lha bukannya emang iya ya??). KESIALAN dalam pandangan saya adalah sesuatu yang diluar kendali kita, tidak kita sukai kejadian/kehadirannya, dan kita menyesali kejadian/kehadiran peristiwa yang kita bilang SIAL itu. Misalnya hari ini. Saya punya satu kemeja favorit yang saya simpan di rumah Jakarta. Rencananya kemeja itu akan saya pakai hari ini karena semalam saya tidak pulang ke Bogor. Bahkan saya sudah menyiapkan jilbab padanan kemeja tersebut. Tapi betapa terkejutnya saya ketika tadi pagi saya tidak menemukan kemeja itu di lemari. Ibu saya lantas bilang bahwa kemeja itu dipakai adik saya kemarin lusa! Wah, langsung naik darah. Sengaja disiapkan kok ya malah disalip, gak bilang-bilang pula, ckckckckkk... (tapi kan kalau dia bilang pada saya, gak mungkin juga dia memakai kemeja itu karena pasti tidak saya izinkan). Saya sempat kesal. Bete berat. Dan itu terlihat jelas dari ekspresi wajah saya. Tapi ya mau gimana lagi? Mau marah sampai banting-banting barang pun tidak akan membuat kemeja itu balik lagi ke lemari dalam hitungan menit kan? Ibu saya menawarkan alternatif kemeja lain. Ya alhamdulillah masih matching lah, tapi tetap saja saya telanjur bete pagi tadi.

Dan ternyata tidak berhenti sampai disitu. Setelah berjalan kaki lumayan jauh dari rumah, saya baru sadar ponsel saya tertinggal! Waduuhhh, padahal hari ini saya harus menghubungi teman saya untuk janjian ketemu. Dia akan menitipkan dokumen untuk teman saya yang lain di Jogja karena minggu depan saya berencana ke Jogja. Makin deh, B-E-T-E. Saya mengategorikan hal tersebut sebagai kejadian diluar kendali karena saya benar-benar lupa, atau setidaknya, merasa sudah membawanya padahal belum. Ah sudahlah, rencananya saya akan kembali ke rumah saat jam makan siang nanti. Sebodo amat deh dibilang kelayapan... Tiba-tiba saya jadi terpikir, kayaknya di Eropa bakalan enak-enak aja deh kalau mesti keluar ruangan saat jam makan siang. Di sana kan panasnya gak nyiksa kayak di Jakarta. Belum lagi kalau harus naik Kopaja yang ugal-ugalannya mengalahkan bom-bom car Dufan, beeuuuuhhh.... Saya suka banget jalan kaki, tapi TIDAK dibawah sinar matahari jam 12 sampai jam 2 siang.

Kejadian-diluar-kendali berikutnya ternyata masih menyusul. MATINYA KONEKSI INTERNET. Aduuuhhh....padahal saya berniat menghubungi ayah saya via YM atau email adik saya, menitipkan pesan pada mereka untuk Ibu saya, bilang bahwa saya akan kembali ke rumah siang nanti. Saya masih belum terlalu bete mengingat saya punya modem eksternal yang bisa disambungkan ke laptop. Tapi apa hasilnya? Setengah jam saya berkutat dengan modem tersebut (sambil membuat tulisan ini) hasilnya NIHIL. Entah apa yang salah dengan instalasinya. Sudah saya coba instalasi ulang, masih gagal. Kalo gak inget ini properti umum, kayaknya laptop ini udah saya lempar ke luar gedung dari tadi.

Lihat kan? Setidaknya ada tiga kejadian-diluar-kendali yang saya alami hari ini. Itu belum termasuk rok sobek dan nyaris ditabrak motor selepas turun dari Kopaja. Rasanya saya pengen pulang ke Bogor aja deh. Detik ini juga. “Kerja” di rumah sambil nangkring di kasur, sambil ngopi. Sebenarnya tidak hanya saat berpakaian tadi (tragedi kemeja favorit). Hal-hal sederhana seperti bangun kesiangan pun bisa membuat saya bete seharian. Tapi toh itu kan kesalahan yang mestinya bisa saya cegah. Tadi pagi memang saya bangun kesiangan. Gara-garanya juga sederhana, tidur terlalu larut. Kenapa bisa begitu? Karena saya ngotot nonton Pirates of the Carribbean sampai selesai. Padahal bisa aja kan saya beli DVD bajakannya di emperan? Dengan kata lain, lagi-lagi hal seperti itu sebenarnya bisa saya antisipasi. Meskipun kalau mau diulik lebih lanjut, saya punya alasan lain yang membuat saya tidur larut. Menunggu. Dan itu rasanya menyebalkan. Memuakkan. Terutama saat akhirnya pekerjaan itu menjadi sia-sia belaka. Yang ditunggu tidak datang. Bahkan sangat mungkin, SENGAJA tidak datang. Ah sudahlah, nambah-nambahin bete saya aja nih.

Sepertinya memang hari ini sedang tidak “bersahabat” dengan saya. Dan memang, suasana hati juga sedang tidak seratus persen baik-baik saja. Jadi bisa saja rasa bete ini juga dipengaruhi oleh suasana hati. Kadang saya berpikir, sebentar lagi saya bener-bener kena penyakit jiwa deh, hehe...

Well, anyway, hidup tidak selamanya berjalan sesuai apa yang kita rencanakan. Bahkan saat kita sudah berdoa sekalipun, belum tentu doa kita akan langsung terkabul saat itu juga. Tapi satu hal yang pasti, baik atau tidak baik yang kita rasakan, suka atau tidak suka, nyaman atau tidak nyaman, semuanya mesti kita percayai sebagai SESUATU YANG TERBAIK BUAT KITA. Paling tidak pemikiran ini bisa mengurangi kekecewaan kita saat hal-hal berjalan tidak sempurna. Dari situ kita “dipaksa” untuk tetap bisa bersyukur meski keadaan sedang sulit, tetap bisa tersenyum meski mulut rasanya pahit. Percikan peristiwa yang gak enak kita anggap sebagai noda, yang dengannya kita belajar. Nah, supaya hati tetap bersih ya kita cuci dengan “deterjen tawakkal”, mudah-mudahan kotorannya segera hilang.

Udah ah, kepanjangan juga ini tulisan. Lumayan agak luruh sudah kekesalan saya hari ini, apalagi setelah melihat “si Ibu” (bukan ibu saya) yang kok tumben kelihatan cantik, hehe... (eh gak usah mikir macem-macem deh ya!).

Have a nice day, everybody ^^

*tambahan: pada akhirnya koneksi internet lancar lagi sehingga saya bisa naik-cetakkan tulisan ini disini. terima kasih sudah meyempatkan membaca ini*

Kamis, 14 Mei 2009

kenapa nanya gw??

NAH, BINGUNG KAN LOE?!! SAMA GW JUGA!! 

Mangkanya dari awal gw ngarep supaya boleh gak ikut aja, lagian mo ngapain sih? eniwei gw juga gak butuh duit itu kalo emang gini caranya. sekarang loe mikir aja sendiri mau kayak gimana? loe yang tanggungjawab kan?? gw bingung aja sama mau loe, harus digimanain sih tu kerjaan? kasih instruksi yang jelas lah. kalo gw mo mikir egois kan sebenernya ini bukan kerjaan gw juga. loe yang mestinya tau kudu ngerjain apaan. SEKARANG TERSERAH LOE AJA YAH!

*diposting dalam rangka bete berat, kenapa gw yang jadi "objek" pertanyaan die? ada juga gw yang nanya balik sama die...bener-bener kacau. gak bisa dicontoh sama sekali...PAYAH!*

kerja bareng putri duyung

yep, here i'm, at the putri duyung cottage, ancol. ngapain? ya kerja lah. intinya sih "mindahin" ruangan kantor ke tempat lain. dan bagusnya, tempat itu adalah cottage yang lumayan nyaman ini. pemandangan belakangnya langsung laut. gak enaknya, di cottage ini gak ada tukang siomay lewat. padahal kan dingin-dingin gini enak tuh makan siomay. well, sekali-sekali boleh lah kerja dengan gaya liburan macem gini. mudah-mudahan sih hasilnya tetep produktif. orang-orang di sekeliling yas sekarang juga pada sibuk masing-masing kok, gak ada bedanya dengan di ruangan kantor biasa. berhubung ini masuk jam istirahat, jadi boleh dong yas blogging sebentar, hehe... ah, yas jadi berharap, seandainya ruangan kerja tuh suasananya kayak gini, mungkin yas bakal gak nolak kalo disuruh lembur tiap hari. lha wong tinggal naik tangga dikit langsung ketemu kasur, tinggal ndeprok deh...

hmmm....bisa gak ya menikmati suasana kerja seperti ini setiap hari???

Rabu, 13 Mei 2009

Mother - SEAMO

satu-satunya hal yang "kurang" dari lagu ini adalah:

KENAPA MESTI PAKE BAHASA JEPANG SIIIIHH??!!

kan jadi susah ngafalin teks sama menghayati isi lagunya, hehehe...

thanks to Danang atas postingannya disini, truly inspiring ^^ *plus bikin hati makin melow, hahaha, emang dasar lagi mellow ajah*


somewhere in salzburg, austria

my must-visit destination...

menjemput maaf, tolong...

katakan padaku, harus dengan cara seperti apa??

anywaaaaaaaaayy, pokoknya hari ini harus kerja beneran! heuheu... target yang tadi disusun sebelum berangkat paling tidak harus tercapai setengahnya, atau tigaperempatnya, atau tujuhperdelapannya deh *halah*, meskipun didahului dengan meng-update status facebook dan menulis blog, hehehe...

ready for train-travelling?? yes i am. menjemput sedikit keriaan dan (semoga) kelegaan.
serta menjemput sepotong maaf. tinggal hitungan hari, tolong sisakan maaf itu untukku ya...

Selasa, 12 Mei 2009

segera keluar kotak

haaahh...lagi-lagi magabut! hal yang paling yas benci seumur yas kerja di instansi inih. berasa useless. sebenernya sih kalo dipikir-pikir, magabut itu bisa gampang aja dihapuskan dan diganti dengan kegiatan lain yang lebih bermanfaat. ya mungkin gak secara langsung berpengaruh ke kerjaan, tapi seenggak-enggaknya bermanfaat buat diri sendiri. let's say, ke perpustakaan. jujur nih, perpus kantor yas tu lumayan nyaman kok, kalo gak buat baca ya buat tidur, atau nyari wangsit. adem, tenang, banyak bukunya pula *ya iyalah, namanya juga perpus!* tapi entah kenapa, setiap ada waktu luang yang lumayan panjang, gak ada sedikitpun pikiran yas untuk melangkahkan kaki ke perpus. males aja ninggalin kursi. kalo udah nangkring di kubikel *kubikel yang lebih mirip meja belajar anak sekolahan sih sebenernya* rasanya nempeeeel...banget sama kursinya. bukannya betah sih, tapi ya males aja mo kemana-mana.

pernah yas mencoba menganalisis kenapa yas begitu malesnya meninggalkan meja kerja, bahkan pas lagi gak ada kerjaan sekalipun. kecuali kalo emang ada rapat lho ya, itu mah kan bagian dari kerjaan juga. lalu yas tiba di suatu kesimpulan sederhana, bahwa meskipun lagi gak ada kerjaan, yas gak pengen gak ada di tempat saat dicariin sama atasan. ABS banget gak sih? gak lah...soalnya bos yas kan perempuan, jadi AIS dong, Asal Ibu Senang, hehehe....gak sih, bukan karena itu sebenarnya, dengan sangat tegas yas bilang bahwa yas bukan tipe penjilat. kerja mah kerja aja karena emang udah tugasnya. belajar profesional ceritanya. nah, alasan kenapa yas gak kepikiran untuk "ngabur" barang 1-2 jam pada saat yas merasa luang, bahkan untuk sekedar ke perpus sekalipun. adalah karena pada kenyataannya yas gak pernah bener-bener punya waktu luang. bisa aja MERASA gak ada kerjaan, tapi tiba-tiba sang bos memanggil dan minta ini itu *gak, gak...gak minta dicebokin kok*. minta cariin dokumen, minta kirimin email, minta baca laporan dan bikin resume, yaahh, begitulah memang nasib jadi kacung, jobdesk suka gak jelas, heuheu... *clingakclinguk, jangan2 si bos mbaca ini juga*

kadang yas merasa alasan itu terlalu dibuat-buat. sebenernya bisa kok kalo dipaksain. pasti ada aja caranya. tapi kayaknya yas bener-bener takluk dibawah pengaruh sifat plegmatis yas, membuat yas jadi "males" untuk melakukan sesuatu out of the box. yah, mungkin lagi-lagi karena efek kondisi yang menurut yas 'serba-gak-leluasa'. inilah yang kemudian selalu bikin yas ngerasa bahwa yas emang gak cocok kerja kantoran: harus berdamai dengan jadwal dan rutinitas yang nyaris sama setiap hari, plus ketemu sama suasana kantor yang juga gak pernah berubah. bikin gampang bosen. bukannya gak bersyukur ya, tapi kan gak semuanya yang kita kerjakan itu bisa begitu saja kita cintai. kalo emang pada dasarnya udah gak cocok ya masa' harus dipaksain?

yahhh...sepertinya memang harus segera keluar dari kotak "nyaman" ini. mudah-mudahan segera tiba saatnya buat yas untuk benar-benar menemukan hal menarik untuk yas kerjakan. something that i supposed and love to do at the same time.

cleopatra stratan

emaknya dulu ngidam apa sih pas hamil anak ini? jujur nih, menurut saya sebenernya anak ini suaranya gak istimewa-istimewa banget, tapi kok bisa ya dia dibayar 1000 euro sekali manggung *manggung = nyanyi, bukan maen ketoprak* ckckckckk....

selamat datang dan terima kasih

selamat dataaaaaaaaaaang.....

dan,

terima kasiiiiiiiiiiiiiihh.....^^


sungguh terharu hati saya, karena kok ya ada yang sempet-sempetnya mampir ke blog ini, padahal bisa saya jamin dari awal bahwa isi blog ini gak penting, bener-bener yang gak penting sampai gak penting banget, hehehe... ya gakpapalah, saya anggap anda lagi nyasar dan kehilangan arah *taelaaahh....*

selamat mampir dan silakan minum...*lho, mana gelasnya?? cuman ada ember...*

udah ah, sekali lagi terima kasih yaaa...^^