Selasa, 31 Desember 2013

the upcoming 2014: #2


malam ini saya gak merayakan apa-apa. meski letupan petasan dan tiupan terompet mulai riuh, tapi saya tak tergerak sedikitpun untuk bergabung. seperti status dosen saya di Facebook, “hari ini hari selasa, besok hari rabu, that’s all”. selain memang tidak diajarkan dalam Islam, perayaan tahun baru toh memang gak ada faedahnya, bukan? mending ngurusin Smurf peliharaan saya di Facebook, saya suruh semua pada kerja, kecuali Wild yang saya bebastugaskan karena saya kehabisan bahan meramu jamu untuk hewan-hewan yang dikutuk itu. eh lha ini kok malah jadi bahas Smurf sih??

sejujurnya saya malu nulis tentang resolusi tahun 2014. sebagai muslim, acuan saya kan mestinya tahun baru Hijriyah, yang tentu sudah lewat sekitar tiga bulan yang lalu. tapi payahnya, saya sama sekali gak mencatat secara tertulis resolusi untuk tahun 1435 Hijriyah! dan pada akhirnya saya harus mengakui bahwa ternyata saya belum serius mengaplikasikan Islam di segala sisi kehidupan saya. note to myself, di tahun hijriyah ini saya mesti lebih baik lagi dalam hal itu.

nah, meski saya tidak menganggap malam pergantian tahun sebagai momen yang spesial, saya gak bisa bohong bahwa saya sangat antusias menyambut datangnya 2014. ini sebenarnya kontradiktif gak ya? saya juga rada bingung sih, hehehe. tapi saya punya alasan atas ke-antusias-an saya tersebut; saya punya banyak rencana. here some of the list:
  1. mulai Januari 2014, saya akan punya kontrak kerja baru dengan salah satu institusi penyelenggara pelatihan di kampus. untuk hal ini, saya bersyukur banget. setidaknya saya punya kegiatan rutin di kampus sehubungan dengan status saya yang masih ‘gak jelas’ ini. well, kontrak baru = sumber penghasilan baru, ya dong? mungkin jumlahnya gak seberapa, tapi yang pentiiiiiing…… Alhamdulillaah :)
  2. rencananya, selama setahun kedepan saya juga akan punya riset mandiri yang dibiayai oleh DAAD, sebagai award atas predikat MST Best Participant 2013. buat saya ini WOW sekali! meskipun sampai detik ini saya masih belum punya proposal yang fix, bayangan tentang ‘riset mandiri’ itu cukup memacu semangat saya untuk terus belajar dan belajar. saya gak membayangkan tema riset yang wah, asal bisa bikin publikasi nasional aja rasanya excited banget. hal ini seolah peluang untuk saya membayar ‘utang’ gara-gara artikel ilmiah yang saya submit berdasarkan isi tesis saya tidak kunjung mendapat respon. ya sudahlah, yang lalu biar berlalu, hehehe.
  3. bulan Maret 2014, Alanna akan saya daftarkan ke kelompok bermain unit kampus. ini bikin saya antusias karena berarti saya akan punya rutinitas baru! bangun lebih pagi, siapkan bekal, mengantar Alanna ‘sekolah’, menjemputnya di gerbang sekolah, dan mungkin mengajaknya ‘main’ ke kampus lebih sering lagi. salah satu ambisi saya: mengenalkan Alanna pada mikroskop. maafkan atas keegoisan saya, tapi yaaaa kali-kali aja dia tertarik, kan nanti bisa bantu saya identifikasi plankton, hehehe *aseli ini mah terlalu ambisius sekaligus oportunis, hahah*. eniwei, gagasan tentang ‘sekolah’ sama sekali bukan pemaksaan saya maupun baba lho, ini murni niat kami untuk memfasilitasi Alanna yang kelihatannya udah gak sabar ingin sekolah. kalopun nanti dia gak betah ya gak apa-apa, tinggal balik lagi ke ‘sekolah alam’ di kampung sebelah komplek seperti rutinitasnya selama ini :D
  4. ikutan summer course selama sebulan di Hawai’i. duh ini tuh bakal jadi dream-comes-true kalo beneran jadi. saya kepengen ikutan bukan masalah lokasi course-nya, tapi karena materinya yang saya cari-cari banget sejauh ini. sejak memantapkan diri untuk mendalami topik microbial oceanography, saya masih dibuat takjub dengan cakupan materinya yang amat luas, sampai akhirnya saya bingung mesti mulai belajar dari mana. I do do need a tutor, yet at this time, I could not find the suitable one. saat beberapa hari yang lalu saya melihat course ini sedang open application, saya langsung panas dingin! lebay banget ya saya, padahal ngisi formulir aplikasinya aja belom, hehehe. but I’ll do so very soon, wish me luck!
  5. mulai menyusun rencana untuk sekolah lagi di tahun berikutnya. kali ini saya gak mau ‘asal-asalan’ lagi, semua HARUS direncanakan sebaik-baiknya, termasuk back up plan-nya. intinya sih, gak boleh mengulangi kesalahan yang sama ya, yas ;)
daftar di atas memang baru sebagian dari rencana yang saya susun untuk tahun depan. lainnya? masih banyak. terutama urusan ibadah, banyaaakkkk banget PR yang harus saya kerjakan. malu mau ditulis di blog, ehehehehe.

ya, manusia hanya bisa berencana dan Allah swt-lah yang berkuasa menentukan. saya pasrahkan pada Allah swt dan hanya berharap Allah swt ridha dengan rencana saya :)

cheers!

Selasa, 24 Desember 2013

the upcoming 2014: #1

 

sepertinya memang saya hanya HARUS berusaha mengumpulkan kepercayaan diri sebanyak-banyaknya.

cmore banner_blog

be ready, Hawa'i’i. I’ll go get you!

 

*doakan saya ya teman-teman :)

Sabtu, 14 Desember 2013

fragmen

 

ah ya, saya mungkin sedang sangat-sangat melankolis.

tapi begitulah, beberapa waktu terakhir ini, setiap saya ingat beliau, saya tidak tahan untuk tidak meneteskan air mata. segitunya saya. rasanya ada lubang yang besar dan kosong. yang belum bisa diisi oleh apapun. oleh siapapun.

ruangan beliau masih di situ. dan selalu kosong. jabatan beliau memang sudah ada yang menggantikan sebelum beliau pergi, tapi ruangan itu tak pernah ditempati oleh sang pemegang amanah yang baru. hingga setiap saya melewatinya (dan memang saya selalu melewatinya), percik rindu itu semakin deras.

dulu, setiap kali saya temukan celah terbuka di pintunya, ada energi yang menarik saya untuk sekedar mengetuk pintu dan melongok ke dalam. melihat sosoknya di balik meja. tidak selalu di balik meja, karena terkadang saya mengetuk pintu saat beliau sedang menerima konsultasi mahasiswa, atau sekedar mengobrol santai dengan kolega. dan beliau selalu menyapa saya dengan hangat. bahkan saya yang awalnya tidak punya niat apalagi bahan obrolan secara sengaja, pernah terjebak selama berjam-jam mengobrol ngalor ngidul dengan beliau.

tentu bukan obrolan yang tak berguna. bagi saya, obrolan dengan beliau selalu membawa pengetahuan baru, atau sekedar inspirasi sederhana tentang hidup. dan itu yang saya rindukan sekarang. begitu rindunya saya dengan sosok yang bisa saya ajak bicara di kampus ini. betapa sepinya hati saya.

sejujurnya tak ada keluhan spesifik yang ingin saya utarakan. tidak ada. saya merasa cukup nyaman dengan kehidupan saya saat ini di kampus. saya tak sedang berkonflik dengan siapapun. bahkan saya cukup percaya diri untuk bilang bahwa saya bisa menjalin relasi yang baik dengan setiap orang di kampus, baik itu dengan dosen yang merangkap pimpinan departemen, maupun dengan junior yang selisih umurnya sepuluh tahun dibawah saya.

dan itulah yang membuat saya bingung, seolah tak ada alasan bagi ruang kosong itu untuk muncul ke permukaan. namun kenyataannya itu yang terjadi. tiba-tiba saya merasa ingin dan perlu bicara dengan beliau. untuk alasan yang saya sendiri tidak tahu. atau mungkin karena dulu saya juga sering tiba-tiba ngobrol dengan beliau tanpa alasan yang jelas?

ya, saya akui memang hal ini hanya berlaku untuk saya dan beliau. instant conversation. bisa jadi ini yang saya rindukan dari beliau. orang yang tidak berharap banyak dari sosok lawan bicaranya. tulus. karena esensi berinteraksi baginya mungkin adalah bertukar cerita, bukan untuk menonjolkan pencapaian diri sendiri.

saya rindu. sangat rindu. rindu untuk sekedar mengetuk pintu. rindu untuk sekedar bertanya, “bapak, sedang apa?”. rindu untuk sekedar melihat sosoknya dibalik meja dan netbook berwarna biru. rindu untuk sekedar mendengar titipan pesan beliau yang disampaikan oleh orang lain saat saya tak ada, meski pesan itu hanya berbunyi, “ada yang lihat tyas gak hari ini?”, yang diutarakan karena sekedar bertanya, bukan karena ingin saya melakukan sesuatu untuknya.

saya rindu. sangat rindu.

how are you, pak?

 

 

*memutuskan untuk menulis ini setelah berpikir bahwa menulis mungkin bisa jadi terapi untuk kegalauan saya. lumayan.*

Minggu, 06 Oktober 2013

puding roti rasa iba

 

kemarin sore, waktu saya duduk-duduk di teras rumah sambil nunggu A pulang dari ‘sekolah alam’-nya, tetangga saya lewat depan rumah dengan langkah gontai lemah letih lesu plus wajah sendu. jujur aja sih yah, saya sebenernya udah tau masalah dia, dapet bocoran dari sumber terpercaya critanya mah, hehehe. tapi demi kemaslahatan hubungan pertetanggaan, saya sengaja pura-pura gak tau masalah dia. saya kemudian (secara implisit) mengundang dia dan dengan sehalus mungkin, mengorek-ngorek permasalahan hidupnya. awalnya dia keukeuh gak mau cerita, ya saya sih nothing to loose lha wong udah tau juga. tapi ujung-ujungnya, tetangga saya ini cerita juga. bahkan sampe menitikkan air mata. duh saya jadi iba beneran. yaaa, meskipun pada dasarnya masalah tersebut timbul dari kesalahannya sendiri, tapi tetep kasian tho ya. apalagi, tetangga saya ini tipikal yang langsung sakit begitu ada masalah. mangkanya saya udah paham, kalo pagi hari dia gak nongol manggil-manggil A dan lalu siangnya manggil khadimat saya buat ngerokin dia, pasti dia lagi ada masalah. sesimpel itu ya, hehehe.

tengah-tengah bercerita, tetiba dia menyinggung soal roti tawar yang dibeli suaminya dua hari yang lalu. tetangga saya ini suami istri hidup berdua tanpa anak, tapi mungkin semacam hobi makan. jadinya kalo beli roti gak cukup yang isi 10, tapi mesti beli yang isi banyak itu. dia udah bilang sama suaminya, jangan beli roti tawar merk itu karena gak selembut yang merk S*R* *O*I. tapi suaminya ngotot. dan ternyata kebukti, roti tawarnya keras. tetangga saya sebenernya pengen bikin puding roti kayak yang pernah saya buat (dulu saya pernah buat, sebagian saya kasiin ke dia dan katanya enak) tapi gak punya bahan-bahan lainnya selain roti tawar itu sendiri. berhubung (alhamdulillah wa syukurillah) hari itu saya dapet rizqi, saya tawarkan diri membuatkan puding roti untuk dia, bahan-bahan lainnya saya yang tanggung. yaaah, itung-itung nyenengin tetangga deh, meskipun saya yakin hal itu gak menyelesaikan inti masalah yang sedang dia hadapi, paling nggak saya ngurangin kemubaziran seandainya roti itu dia buang.

akhirnya, puding roti itu baru dieksekusi besokannya, beberapa saat sebelum fajar menjelang. maklum, tidurnya kesorean, jadi bisa bangun lebih cepet dari biasanya :D. saya bikin dua versi, kukus dan panggang. lha gimana gak jadi dua resep kalo rotinya aja banyak banget, 16 lembar aja bo’! dan tadaaaaaaaa … inilah hasilnya! yang versi kukus ga sempet difoto karena baru mateng langsung ditodong A. potong satu slice dan sisanya buru-buru saya kasiin tetangga mumpung masih anget.

puding roti panggang

dan ini resepnya, siapa tau minat bikin. gak mesti nunggu dikasi roti sama tetangga lho ya, saya malah biasanya bikin ginian kalo ada sisa roti yang menjelang bulukan tapi udah males makannya :p. DISCLAIMER: takaran resepnya pake kirologi lho yah, seadanya bahan aja.

Bahan:

  • 16 lembar roti tawar, sobek-sobek atau iris kecil-kecil (boleh pake pinggiran, boleh juga dibuang pinggirannya. versi saya, pinggirannya dipake karena sayang kalo dibuang, hehehe)
  • kurleb 750 ml susu cair (lupa berapa persisnya karena sebagian saya minum, hihi)
  • 3 sdm gula pasir (kalo kurang manis tambahin lagi aja)
  • 3 sdm margarin, lelehkan
  • 5 butir telur
  • bubuk kayu manis secukupnya
  • kismis sesuai selera (bisa juga tambah keju cheddar yang dipotong dadu)

Cara membuat:

  1. awali dengan NIAT, kalo gak SHANGGUP, ya DISHANGGUPIN! :))) #terTheComment
  2. rendam roti dalam susu kurleb 30 menit. nah, berhubung tadi susunya ada yang saya minum, walhasil susunya gak cukup untuk merendam semua potongan roti. yaudah lah saya tambah air aja, hehehe…
  3. kocok telur bersama gula dan bubuk kayu manis secukupnya sampe gula larut.
  4. tambahkan lelehan margarin, kocok rata.
  5. masukkan rendaman roti dan susu, aduk rata. masukkan juga kismis secukupnya (sisain untuk topping) dan kalo pake keju, masukkan juga potongan kejunya.
  6. tuang di pinggan tahan panas atau loyang yang sudah disemir margarin. kalo mau dikukus, pastikan kukusan udah beruap banyak, dan kalo mau dipanggang, pastikan oven juga sudah dipanaskan terlebih dahulu. jangan lupa sediakan serbet untuk membungkus tutup panci kukusan supaya airnya gak menetes ke adonan puding.
  7. beri topping kismis dan bubuk kayu manis. masukkan ke kukusan/oven, kukus/panggang selama kurleb 30 menit dengan api sedang. kayaknya sih untuk yang dipanggang butuh waktu lebih lama, sekitar 45 menit, karena tadi pas diangkat masih agak basah ditengahnya. meskipun setelah didinginkan ternyata jadi gak begitu basah, saya tetap rekomendasikan untuk menambah waktu memanggang.
  8. angkat dan biarkan sampe uap panasnya hilang, sajikan hangat-hangat. sisain untuk tetangga kiri-kanan yah, soalnya ini wangi banget pas dimasak. kasian doang kalo tetangga cuman kebagian wanginya doang, hehehe…

meski diawali dari rasa iba dan prihatin, rasa puding roti ini gak memprihatinkan kok. asalkan mbikinnya dengan tulus dan penuh rasa cinta yaaaah, ahahahaaaa … happy baking and have a blasting weekend!

cheers,

-tyas-

Minggu, 22 September 2013

random retweet

 

ya saya tau sih ada namanya autobot yang kerjaannya cuman ritwit2 gak jelas. sebelumnya juga pernah ngalamin di-RT sama autobot *eh ini beneran autobot kan ya istilahnya? males gugling jeh*, lupa gimana persisnya, tapi waktu itu saya gak ngerasa begitu terganggu. nah, beberapa hari terakhir ini, saya kena ritwit autobot sampe lima kali! dan itu jadi ganggu banget karena twit saya tergolong sangat personal dan sama sekali gak ada hubungannya dengan info yang semestinya diRT oleh akun autobot itu. nih saya kasih contoh:

what the???

ngaco banget kan?? ini akun sampe tiga kali ngeRT (kemungkinan) gara-gara saya set location di Path (yang emang saya tautkan ke Twitter). coba liat deh profil akun autobot itu di bawah ini:

gociomas

emangnya twit dari Path saya tadi termasuk informasi yang layak dibagikan untuk masyarakat Kecamatan Ciomas dan sekitarnya ya?? okedeh kalo emang layak (berhubung saya gak tau juga kriteria ‘gak layak’-nya apaan), tapi apa informasinya penting? I don’t think so.

 

two days later, similar thing popped up again.

Rt2

ceritanya saya abis posting foto resto ke Instagram, yang lalu saya bagi ke Twitter dan Facebook. trus temen saya tanya lokasi resto itu via mention di Twitter, dan lalu saya jawab aja dong. eeeehhh, lha kok kepantau sama si autobot ini! well, let’s see what this account is all about:

lwsadeng

ihhh, mirip yak sama akun autobot sebelumnya? curiga adminnya sama. ini kayaknya gara-gara saya nyebut ‘Warung Borong’ deh. tapi kan tetep aja infonya gak lengkap, mbok ngasi info itu jangan setengah-setengah tho yaaaaa … cekacekaceka …

 

and finally, this was the most random of all.

RT3

aseli ini pengen bikin saya urek-urek tanah!! coba deh perhatiin kalimat saya, ‘muka licin kyk jalan tol’ itu kan perumpamaan karena saya baru beres perawatan muka *uhuk*. eh lha kok malah di ritwitnya sama akun info jalan tol beneran??!! pas saya cek bio Twitter-nya, muncul ginian doang:

infotol

alias kagak ada bionya sama sekali! hadedededehhh…

antara bingung dan gregetan sama kerjaan autobot2 ini, apaaaa coba maksudnya? because honestly, being retweeted by those kind of accounts did not bring me any pride at all. cuman jadi sayang aja gitu, ada akun yang mestinya bersifat informatif kok malah nyediain hal sebaliknya.

saya juga gak tau sih mesti gimana. heuheuheu.

g’nite all!

Rabu, 18 September 2013

yes i am a proud mama :)

 

meskipun dengan suara yang nyaris gak kedengeran, ngeliat alanna berani maju saat ditawarin nyanyi di acara ulang taun itu sangaaaaaaatttt SESUATU!

“lana mau nyanyi apa?”, tanya mama fairuz.

“hepi besdey tu yu”, jawab si neng geulis.

dan menyanyilah dia dengan suara lirih dan tanpa senyum. malah emaknya yang kebat kebit pengen motret dari sebrang meja. bukan soal dapet hadiah (karena udah nyanyi di depan), tapi lebih karena soal nyali, yang mungkin gak dimiliki sama si bubun pas seumuran alanna dulu.

whatever it is, you did a great job, dear!

mwahhh :*

birthday party

komentar baba:

eta kunaon si eneng nyengirna meuni ngenes kitu? hahahahahhh …”

kenapa ya?

ya kenapa enggak? #alatoge

cheers!

-tyas-

Jumat, 13 September 2013

mumbles … after months

 

widiiiihhh, bener-bener ini blog dianggurinnya kelamaan. sampe-sampe pas nulis URL blog di browser, udah ga kecatet lagi history-nya! masih untung nama blognya gak lupa –___-*

dan tiba-tiba saya mellow? hikshiks …

mungkin gara-gara saya udah lama banget gak nulis, padahal PENGEN banget nulis, tapi selalu gak kesampean dan akhirnya malah cuman menuh-menuhin kepala, dan akhirnya hari ini bisa nulis tapi saking banyaknya yang pengen ditulis malah bingung sendiri.

ah emang emak-emak galau deh guweh, hehehe …

well, saya udah niatin mulai bulan ini bakal berusaha untuk rutin nulis lagi. beneran deh, kangen banget rasanya untuk blogging tentang hal apapun, kayak duluuuuuu. rada sedih sebenernya kalo inget betapa banyak hal yang kelewat gak direkam lewat tulisan di blog ini. hal-hal tentang alanna, dinamika parenting, pergulatan dengan tesis (yang ALHAMDULILLAAH udah kelar), rumpian penting-gak penting di sekitar saya, everything! padahal kan dulu getol banget tuh apdet recent activities meskipun sekedar lewat foto (a picture told thousand stories, right?).

baiklah, untuk mengawali ‘niat mulia’ saya untuk rajin nulis lagi, sementara saya mau apdet kabar terbaru aja per september 2013. here it goes …

  1. alanna udah gede. udah bisa milih mana yang dia mau, udah bisa ngeles, udah bisadiajak ngobrol di telepon, udah bisa cerita dengan terstruktur ttg kejadian yang dia alami (meskipun belom bisa bedain antara ‘tadi’, ‘kemarin’, sama ‘waktu itu’). yah emang bener kata pakge, anak-anak itu dimensi waktunya sekarang, saat ini. sejauh ini mah saya biarin aja kalo dia salah, toh nyimak cara dia bercerita dengan antusias, bikin dunia ini berasa mengkeret dan tersisa kami berdua yang lagi ngobrol akrab *tsaaahhh*. alanna juga udah bisa ngritik kalo dia rasa ada yg salah atau gak sesuai dengan yang biasa terjadi. hal-hal lain yang sifatnya kognitif (eh bener gak sih?), alanna udah bisa ngitung benda (maksimal 10, lewat sepuluh dia bilang dua genep. ih apa cobaaa, hahaha …), udah bisa bedain warna, dan mulai tertarik sama alfabet. pengen mulai ngajarin baca tapi yaaahh, santai aja lah. anak-anak mah kalo sambil maen biasanya malah lebih cepet kan? woles bro ;)
  2. tesis udah kelar, ijazahnya belom dapet. wah ini sungguh bikin galau. dulu pas blom kelar, orang-orang pada ‘menekan’ supaya saya cepet lulus. giliran sekarang udah lulus, mereka ‘menekan’ lagi untuk segera daftar cpns. kadang suka maleeesss gitu jadinya. atuh saya juga pengennya mah gitu. ah udah lah, yang ini mah lagi gak pengen bahas panjang-panjang, heuheu.
  3. --- interrupted. dapet pesan singkat kudu masukin surat buat praktikum lab. hih, yang gini-gini mbok yaaa dari kemaren riweuhnya. ckck. ---

  4. tomodachi buka toko online. yeay! baerawal dari celotehan ngalor ngidul di grup whatsapp, akhirnya tercetuslah bikin online store ini. isi tokonya?? random abis! hahaha … yah sesuai lah sama karakter tomodachi yang random, gak orangnya gak pikirannya, random semuah. berhubung masih baru, jadi item jualannya pun masih dikit. ada gamis jersey yang full colour, kerudung segi empat, kerudung instan, sama tupperware. rencananya lagi mau aplod camilan khas bangka sih, apalagi kalo bukan kerupuk ikan! hehehe … beneran random kan? anyhooo, toko ini sebenernya dibikin untuk mengakomodir hobi jualan para personil tomodachi. dipikir-pikir, kenapa gak kita bikin toko barengan aja, jadi bisa sesukanya nitip dagangan tanpa repot mikir bagi hasil. pun yang gak punya modal (kayak saya, hehe) bisa bantu-bantu jualin dengan jadi admin toko. intinya sih buat ajang silaturahim aja. subahallah banget lah ini tomodachi, udah sebelas taon temenan tapi ‘frekuensi’ masing-masing masih SAMA PERSIS! mau udah beranak tiga atau masih jomblo, ya nyambung2 aja ngobrolnya. sesuatu yang gak saya dapet dari pertemanan dengan yang lain. feel soooo blessed to be part of TOMODACHI! mmuaah.

udah ah apdetnya itu dulu aja. brisik banget kalo udah di kampus dipanggil sana sini, ga konsen nulis panjang-panjang jadinya, ehehehe …

biar ada gambarnya, here’s a snapshot of tomodachi online store fanpage on facebook.

TOS

and for your thought, here I share a nutritious food found also from facebook timeline today :)

have a nice weekend, everyone!

 

cheers

-tyas-

Kamis, 25 April 2013

#SekolahUntukSiapa?


 [salin-tempel dari 'notes' fesbuk]

setelah sekian lama gak nulis di marih, kayaknya 'notes' fesbuk ini masih cukup layak untuk dijadikan sarana menyimpan catatan penting, berhubung lebih gampang diakses daripada mesti ngubek2 email yang merupakan sumber tulisan ini. well, buat saya sih ini penting (mungkin gak sekarang), dan semoga ada manfaatnya juga temen-temen lain yang baca. tulisan ini saya dapet dari milis salingbelajar yang udah ngajarin saya banyaaaakkk banget hal tentang parenting (meski saya hanya jadi pembaca pasif aja disitu :p). tulisan aslinya adalah kumpulan tweets dari akun @just5parents pada saat Seminar "Sekolah Untuk Siapa" tanggal 7 April 2013 di ITC BSD, dengan pembicara psikolog Toge Aprilianto (@sigoloktoge). So here it goes...
====================================

Seperti biasa, perkenalan @sigoloktoge selalu memperkenalkan diri sebagai 'anak-anak-. Jd, siap2 ya parents :) 

Mnrt riset @sigoloktoge 86% anak suka sekolah krn mau bahagia #SekolahUntukSiapa

Tp pd kenyataannya, stlh sekolah, anak2 jd gak bergairah lagi... :( #SekolahUntukSiapa

Knp bisa gitu? Krn ternyata guru memicu anak malas sekolah #SekolahUntukSiapa

Buat anak, tnyt aktivitas sekolah itu membebani. Anak2 gak leluasa berekspresi #SekolahUntukSiapa

Lalu, ortu mulai senewen deh krn anak mulai males sekolah #SekolahUntukSiapa

Nah, mulai deh nanya kan? Apa sih sebenernya tujuan dr anak sekolah? #SekolahUntukSiapa

Tujuan sekolah itu tnyt tergantung harapan ortu, itu yg penting utk anak #SekolahUntukSiapa

Sekolah itu sbnrnya kan alat bantunya ortu, bukan tahapan kehidupan anak #SekolahUntukSiapa

Faktanya, di sekolah anak tertekan ketika menyadari banyak hal yg gak sesuai sm yg dia hadapi #SekolahUntukSiapa

Misal: ada pertanyaan: siapa yang menyiapkan makanan dirumah? Jawaban (ideal): ibu. Anak jawab: bi inah (guru menyalahkan karena tidak sesuai dengan jawaban dibuku.

Anak jd gelisah dan tertekan, krn faktanya mama gak pernah masak. Kenapa dia disalahkan? #SekolahUntukSiapa

Anak2 yg pola mikirnya "enak vs gak enak", maka situasi gak enak di sekolah jd sesuatu yg hrs dihindari #SekolahUntukSiapa

Ortu, yg mikirnya perlu vs gak perlu, ribet suruh2 anak belajar. Endingnya? Makin gak enak buat anak #SekolahUntukSiapa

Hayooo...siapa yg ribut suruh anak belajar kalo mau ulangan? #SekolahUntukSiapa

Pdhl apa sih tujuan ulangan? Kan utk memantau hasil belajar kan? #SekolahUntukSiapa

Nah, kalo sengaja siap2 buat ulangan, kan tujuannya jd belok... Krn anak khusus belajar buat ulangan doang #SekolahUntukSiapa

Siapa yg butuh ulangan? Ortu/guru yg pengen nilai bagus? Atau anak yg belajarnya perlu di-evaluasi? #SekolahUntukSiapa

Jwban klasik atas #SekolahUntukSiapa: buat anak, biar pinter, biar mandiri, dll

Pdhl kalo anak ditanya, mereka gak happy sm sekolah. Gmn bs pinter kalo sekolah jd sesuatu yg hrs dihindari? #SekolahUntukSiapa

Kalo hsl ulangan itu hsl belajar semalem doang, sbnrnya itu gak menggambarkan kemampuan anak #SekolahUntukSiapa

Dengan ngejar2 anak belajar khusus saat ujian/ulangan, tanpa peduli pemahaman, sbnrnya ortu lagi boongin diri sendiri #SekolahUntukSiapa

Saat anak hasil ujian jelek, ortu ribut deh, kasih label2 ke anak: daya tangkapnya kurang, dll #SekolahUntukSiapa

Pdhl, anak2 itu belajarnya dari rutinitas, berulang2. Kalo sekali tembak, dia gak bener2 ngerti. Dia cuma ngapalin doang #SekolahUntukSiapa

Kalo anak dipaksa ngerti dlm sekali belajar, itu namanya maksa. Krn anak gak belajar sbnrnya #SekolahUntukSiapa

Ulangan/ujian itu sbnrnya butuhnya pengajar, utk evaluasi hsl belajar selama ini. Bukan hsl belajar semalem doang #SekolahUntukSiapa

Ortu juga gak perlu nge-tes. Anak gak nyaman. Apalagi trus dipamerin deh ke temen2 ortu #SekolahUntukSiapa

Yg penting jg diketahui, bhw utk bs sekolah itu, anak hrsnya punya kesanggupan berjuang dulu #SekolahUntukSiapa

Knp pemerintah bikin 7 thn? Krn scr fisik, otak anak dianggep siap berjuang di umur 7 thn #SekolahUntukSiapa

Tapi sbnrnya, yg perlu dilihat adl kesanggupan berjuang, spy dia siap utk belajar dgn rumus "perlu vs gak perlu" #SekolahUntukSiapa

Anak itu butuh ortu. Dan krn ortu pny keterbatasan sumber daya, jd ortu perlu bantuan sekolah

So, #SekolahUntukSiapa butuhnya siapa? Butuhnya ORTU! Buat bantuin ortu. Anak cm butuh ortu nya

Jd, anak sekolah krn ortu gak OK? Ya enggak laaahh.... Kan ortu emang gak selalu siap dgn segala sumber daya utk didik anak #SekolahUntukSiapa

Tp ortu hrs nyadar, krn sekolah bukan butuhnya anak, pastikan dulu anak siap dgn situasi yg akan dihadapi di sekolah #SekolahUntukSiapa

Krn anak akan menghadapi hal2 yg bs jadi gak dia temuin di rumah. Termasuk jajan. Termasuk pola pergaulan #SekolahUntukSiapa

Itu diaaaa, kenapa penting utk ortu menyesuaikan butuhnya ortu dgn situasi sekolah. ORTU yg perlu tau #SekolahUntukSiapa

Kalo sekolah gak mampu bikin anak ngerti soal materi sekolah, itu artinya beban yg diberikan ke anak terlalu besar #SekolahUntukSiapa

Yg hrs digarisbawahi: sekolah itu PERLU, bukan harus. Gak semua org perlu sekolah #SekolahUntukSiapa

Jangan lupa yeeee....sekolah buat anak bahagia, bukan biar ortunya bisa me-time :p

Ayo dicek-cek dulu, apa sih sbnrnya butuhnya ortu atas sekolah? Biar bisa cari sekolah yg memenuhi butuhnya ortu #SekolahUntukSiapa

Kalo ortu mau anak mau sekolah, ya ortu hrs melakukan usaha biar sekolah itu enak buat anak. Bukannya dipaksa #SekolahUntukSiapa

Ortu juga wajib bersedia jd fasilitas belajar buat anak, biar anak sanggup berjuang #SekolahUntukSiapa


dan tulisan berikutnya adalah rangkuman tanya-jawab pada saat seminar, masih salin-tempel dari tweets @just5parents dengan sedikit penyesuaian susunan pertanyaan-jawaban



Bab 1, soal KEMAUAN ORTU vs KEPENTINGAN/KEMAUAN ANAK 
Pertanyaan:
  1. bagaimana membuat anak melihat manfaat sekolah/mempelajari sesuatu?
  2. bagaimana cara untuk mengetahui apakah anak senang dg kegiatan les-nya? dia selalu jawab senang, tapi kadang suka mangkir.
  3. ortu pengen anak sekolah di suatu tempat, tapi anak tidak mau/sanggup, lalu bagaimana?
(sepertinya ada pertanyaan lanjutan tentangles dan pilihan sekolah tapi ga di-tweet, jadi saya tulis langsung jawabannya di no. 4 dan 5)

Jawaban:
  1. ttg potensi, ortu ga usah ribut ttg bgm gali potensi anak. itu urusan privat si anak.
  2. ttg apa yg terbaik buat anak, ortu pantang sok tau dgn milih2in buat anak. Memilih itu cm soal kesanggupan anak membuat keputusan mandiri bdasar pertimbangan risiko. Pilihan terbaik itu adalah pilihan apapun yg risikonya sanggup diadepin oleh si pelaku, dalam hal ini anak, bukan ortu.
  3. ttg manfaat skul/belajar, ortu ga perlu bikin anak paham apa manfaatnya skul/belajar, itu cm soal sepakatan antara ortu-anak. jd, ortu cm perlu ajuin tawaran yg memikat spy anak setuju skul/belajar.
  4. ttg les, bole dilakuin klo anak yg mau, bukan klo ortu yg mau. Gak rekomen dagangin les, karena les selalu menggunakan waktu pribadi (luang) si anak. jd, itu hak anak.
  5. ttg pilihan skul, pastiin sepakatannya SMART (spesific, measureable, achiveable, realistic, (have a) timebond.

Bab 2, soal KURIKULUM YANG PADAT
Pertanyaan:
  1. bagaimana menyiapkan anak untuk masuk sekolah yang tidak ramah untuk anak?
  2. bagaimana 'gips'nya untuk membuat anak mau belajar di rumah tanpa beban?

Jawaban:
  1. ttg beban belajar,itu soal apa yg ortu butuh dari skul. jd, periksa aja, betul ga apa yg ortu butuh dari skul memang sebanyak itu. klo ya,biarin anak ngadepin susahnya. klo ga, ya ortu pilih: biarin anak terbebani ato cari alat bantu (skul) lain yg sesuai.
  2. ttg skul yg ga ramah anak, itu bukan alat bantu yg ok. klo ortu pilih alat bantu yg ga ok, ya silahkan adepin risikonya. skul itu alat bantu, klo ortu pilih alat bantu yg ga ok, kan jd ga masuk akal. butuh bantuan kok pilihnya alat bantu yg ga ok.

Bab 3, soal FASBEL vs FASPEL(ORTU ASIK)
(buat yang belum familiar dengan istilah ini, fasbel = fasilitas belajar, faspel = fasilitas pelindung)
Pertanyaan:
  1. bagaimana mendidik secara tegas tanpa menyakiti hati anak?
  2. bagaimana menjadi fasilitas belajar bila ortu kawatir dg kondisi anak?
  3. apa yg harus dimiliki/disiapkan oleh ortu untuk menjadi fasbel anak?
  4. gimana caranya jd ortu yg nyenengin? apakah harus sudah lulus jd fasbel untuk anak?

Jawaban:
  1. ttg tegas, itu cm soal konsisten, bkn soal keras.
  2. ttg konsisten, itu memang bisa bikin anak kesusahan, tp itu ttg risiko, bkn penjajahan.
  3. ttg jd fasbel, syaratnya ortu wajib sanggup ngadepin fakta saat anak kesusahan dlm belajar, krn belajar memang berisi hal2 yg blm dikuasai anak. Karena anak belum kuasai, sehingga tentu saja sulit dilakuin. klo ortu ga sanggup begitu, ya ortu ga akan sanggup jd fasbel buat si anak.
  4. ttg jd ortu yg nyenengin, itu soal relasi emosi. jd, spy ortu nyenengin, ortu wajib sanggup  merawat relasi. Nah...jangan sampai dengan anak kita cuman jadi temen seperjalanan doang ya, yuk rawat relasi dengan baik.

====================================

begitulah. semoga dengan ditulis di sini, bakalan lebih mudah saya akses untuk saya baca lagi, lagi, dan lagi. thanks om toge! thanks SB :)

Jumat, 15 Februari 2013

a story about "sepik"

mungkin bahasan kali ini rada menjurus ke arah gosip, yaaa, semacam ngomongin orang gitu deh. sebenernya pengen ngomong langsung sama yang bersangkutan tapi belom apa-apa udah berprasangka bahwa dia gak bakal dengerin kata-kata saya. tapi saya tetep pengen nulis ini, gimana dong?

ah sutralah, blog saya inih. terserah saya mau nulis apaan.

tapi jujur memang saya lagi rada 'terganggu' dengan kelakuan seseorang setelah tadi gak sengaja baca temnlen sosmed-nya. he seemed to be desperately finding a mate. tapi trus jatohnya malah jadi tebar pesona sana-sini via sosmed. sampai akhirnya saya mikir, kira-kira tujuannya apa ya nyepik cewek kesana kemari tanpa fokus yang jelas?? eniwei, saya pake istilah "nyepik" setelah dijelasin definisinya sama si baba. yah biar rada gaol gitu lah, emak-emak gahol duaributigabelas ceritanyah, muahahaha...

well, saya mencoba melihat dari sudut pandang saya sebagai perempuan aja sih. so, mari kita posisikan saya sebagai salah satu "korban" sepikan orang tersebut.

saya rasa orang ini lagi pedekate sama saya. sapaan manis (via sosmed) di pagi hari, siang hari, sore hari, hingga malam hari menjelang tidur. mungkin sebagian cewek (entah sebagian besar atau kecil) ada yang kurang sensitif kalo lagi di-pedekate-in sama cowok, tapi sebagian yang lainnya tentu bisa ngerasa. output-nya gak selalu ge-er lho ya, malah justru ada yang ngerasa gak nyaman terutama kalo di-pedekate-in dengan oleh seseorang yang sama sekali gak dikenal sebelumnya. saya pribadi termasuk tipe yang kedua (dan mungkin itu sebabnya saya kemudian nikah sama temen sekelas masa kuliah sarjana, ahahahahhh...). lagian aneh aja gitu kalo baru kenal trus langsung gombal gembel ala ababil, komentar saya palingan cuman "apadeeeeh ini orang. zzzzz...." atau "dih, gering meureun jelema teh". at the first attempt saya bakal ngerasa sedikit ge-er. sedikiiiiittt aja. mungkin karena tergolong orang yang jarang nerima pujian. tapi trus kan saya pasti lanjut nyari tau info-info tentang orang yang kayaknya lagi pedekate sama saya inih. nah, berhubung baru kenal, tentu saya gak bisa cari tau info tentang dia melalui orang lain dong. opsinya apa? ya otomatis saya bakal men-stalker dia via sosmed! rasional kan??  hare gene geto lohh... kadang-kadang, karakter seseorang bisa kebaca lewat cara dia berekspresi di sosmed.

dan , tararaaaaa.... later i found that he's such an active socmed user!

tapi setelah stalking again and again, saya mulai ngerasa ada yang salah sama ini orang. ternyata gombal gembelnya gak ke saya doang! rasanya kok gak nyaman ya ngeliat isi temlen seseorang yang saya pikir lagi pedekate sama saya tapi juga terlihat lagi pedekate dengan beberapa cewek laen, ALL in a time. hingga pada akhirnya saya berkesimpulan bahwa ini orang emang GAK NIAT dan GAK SERIUS sama saya. yaudah sih, saya juga ogah dah kalo gitu mah. ELO. GUE. END. yudadah yubabai.

apa ada yang gak logis dari cara berpikir saya?

lalu tujuan saya nulis ini apa sih? usil amat ngurusin idup orang laen, kayak kurang masalah aja *ngutip kata-kata uli*

as previously mentioned, saya semacam yakin orang ini gak bakal denger celoteh protes saya kalo dia terus-terusan berbuat kayak gitu hanya supaya bisa dapet pacar. tapi aseli gengges banget. gregetan rasanya.  saya rasa, tipikal orang kayak gini bakal nyadar kalo udah ngalamin sendiri buah dari perbuatannya. apa bentuk buahnya, saya juga gak tau. mungkin kalo nanti dapet kesempatan ngobrol banyak, saya tetep bakal bilang apa yang saya rasain tentang dia dan kelakuannya itu. how irritating it can be. tapi untuk bisa bikin dia insyaf beneran, let's just sit back and watch how this story will continue...