Rabu, 12 Desember 2007
ITK_39’s Weblog
for we remain forever, in a place called HEART...keep in touch always!
semoga masih tersisa semangat, kekompakan, keberanian, dan idealisme kita, seperti layaknya masa Temu Warga dulu. thanks for the beautiful journey and the lesson within since the first time we meet! L.U.V.U.A.L.L.
Selasa, 11 Desember 2007
[tumben] serius...
ceritanya lagi sms-an sm Uli (duh, Uli lagi, Uli lagi...bosen tau gak li, hidupku kayaknya gak abis2 digentayangin sama kamu, hehehe), tumben-tumbenan serius. jadi pengen upload ke blog, itung-itung buat dibaca-baca lagi nanti pas hari tua (halah!)...tapi hasil sms-an-nya ya gak akan yas tulis semua disini, cukup yang bikin yas terheran-heran aja, kok bisa makhluk aneh kayak yas dan dia mengeluarkan kata-kata bijak (bijak??? pliss deh, perlu peer-review dulu tuh!). so, the story goes...
yas (critanya menyanggah pendapat Uli soal mencintai-dicintai): "...tapi li, mencintai itu lebih sulit daripada dicintai, aku kan udah cukup sering dicintai, jadi aku harus belajar buat mencintai dengan tulus *preeeettt... inilah kolaborasi idel antara bijak dan narsis*
uli (ini anak emang selalu mencela yas): "...masalahnya, yang lo cintai dengan tulus itu siape??" *pertanyaan yg tak penting untuk dijawab. sekarang ini jelas Allah, Rasul, sm ortu yas ada di urutan 1, 2, dan 3...*
yas (agak2 mengalihkan topik): "..semakin banyak kita mencintai, kita semakin lihai menghadapi macem2 tipe manusia (Tyas, 2009)" *asli ini ngarang, wong bukunya aja baru kluar dua taun lagi, kalo keluaaarr....hehehe...*
uli (bermaksud menyanggah yas): "...tapi semakin banyak tipe2 orang yang kita cintai, semakin kita gak menemukan yang benar2 kita cintai ...karena yang ada adalah ketidakpuasan..(Uli, 2007) *gak tau deh dia mungut teori ini darimana, pake sok2an ngikut bikin pustaka pribadi, lulus aja belom, hehehe...*
uli lagi (tuh kan gak puas-puas): "karena cinta bukanlah mengenai bagaimana menemukan tipe orang yang sempurna, tapi melihat seseorang yang tak sempurna dengan cara yang sempurna ...(hueekkk..)" *nah kan, dia-nya sendiri aja mau muntah nulis kayak gitu, apalagi yas yg baca?*
yas (setelah puas muntah-muntah dalam hati...eh, emang bisa ya?): "...tapi bener kok li, kesempurnaan itu kan relatif, tergantung darimana kita memandangnya..." *lanjutan kalimat ini sebenernya ada, tapi yas memutuskan untuk mencabut hak tayangnya sehubungan dengan akan terjadinya kekacauan di jagat raya...halah!!*
uli (setelah sebelumnya memberi saran yang gak masuk akal; sholeh kuadrat dua??? aapan tuh??) : "...btw, mencintai ketidaksempurnaan itu lebih sulit ya..." *woupsss...no comment!*
sebenernya pengen ngelanjutin ngobrol lagi, tapi berhubung blom jam 10 malem, jadi blom bisa pake pulsa off-peak, hehehe... well anyway, terlepas dari itu semua, kalo ngomongin masalah cinta emang pasti gak ada abisnya (iyalah, wong ngobrol ngalor ngidul gak jelas gitu...), tergantung dari sisi mana kita mau membahasnya kan? kalo mau dibahas satu sisi doang sih cepet beresnya, tapi berhubung yas dan uli tergolong tipe manusia tukang nglambrak-nglambrak (???), pasti makin lama makin aneh deh bahasannya, hehe...ah sudahlah, namanya juga proses pendewasaan. hadapi. jalani. nikmati. ambil hikmahnya. bersyukur dan terus bersyukur.
-cheers-
Senin, 10 Desember 2007
langit pesisir Manado
bagi yas, laut dan langit adalah perpaduan yang super hebat. ada batas pertemuan antara laut dan langit yang kita gak tau pasti berapa jaraknya bila diukur dari tempat kita berdiri. seolah gak ada batasnya (jadi inget, ilmu Allah pun niscaya gak akan pernah habis untuk dituliskan, meski laut dijadikan tintanya). dan bagi yas lagi, memandang awan adalah momen yang susah digambarin syahdunya (tssaahh....kumat deh mellow-nya). awan itu bentuknya macem-macem (meskipun kata ilmuwan cuman ada empat macem), mau terang, mau mendung, buat yas sih asyik aja ngliatin bentuk-bentuk awan. apalagi kalo itu tadi, ngeliat awan/langit-nya di pinggir laut, wiiiiiiihhh....
mmm, gambar-gambar ini diambil pas yas tugas ke Manado kemaren. it was a great moment to see another place you've never been there before. meski dengan karakteristik yang beda dari yang lain, tapi suasana Indonesia-nya masih kerasa banget. maksud yas, orang2 Manado kalo ngobrol dengan sesamanya masih bisa ketangkep satu or dua kata. beda banget sama orang Padang yang kalo ngomong, udah mah cepet, susah banget nangkep maksud kata-katanya, hehehe...tapi kan pada akhirnya hal itu yang bikin negeri kita unik, ya kan?
let's save Indonesia's coasts!
my very favourite brightful moments
sebenernya tulisan ini udah lama yas siapin di komputer pribadi, gak sempet-sempet di-upload ke blog...maklum, namanya amatiran jadi kalo nulis mesti nunggu mood-nya dateng dulu, however the mood is. Yang jelas, waktu nulis ini mood yas lagi dalam posisi mello (kayaknya emang sering gitu deh, hehe). Dan kalo lagi mello gitu, maunya nginget yang indah-indah, and VOILA! jadilah yas gembira lagi...now, i wanna share it to you...
I knew that everybody must have their own favourite moments, so I just want to share some of mine.

Waktu jalan2 di jogja malem hari (lampu jalan, lampu gedung, neon box –my favourite thing!, lampu sepeda, lampu motor, lampu mobil, semua jenis lampu deh! I didn’t know why I’m so freak about LAMPS!), waktu perjalanan malam hari ke Jogja, ngelewatin
Minggu, 02 Desember 2007
semacam idealisme..
haduh, mo bilang apa ya? ternyata dalam bekerja pun idealisme masih harus dipertahankan.
relakah yas melihat laut lagi-lagi harus menelan sekian besar jumlah bahan kimia dari limbah pembangkit listrik? tapi apa yas juga gak mau kalo seluruh pelosok negeri ini bisa menikmati listrik seperti yang yas nikmati sekarang? lagian kenapa harus dibuang ke laut sih? yas jadi inget sebuah judul film dokumenter dari festival AgriMovie di IPB kemarin ini, Lautku adalah Tempat Sampahku...uhhh, nyesek gak sih? biar gimana juga yas empat taun lebih belajar tentang laut, ya meski masih gak terlalu fasih bicara ttg laut, tapi yas juga ngerasa kalo selama ini ada yang salah dengan penjagaan laut kita. salah satunya ya itu tadi, apa jadinya kalo lagi-lagi laut dijadikan "tempat sampah"?
di sisi lain, yas baru tau kalo saat ini Pemerintah sedang menjalankan Program Listrik 10.000 Megawatt untuk masyarakat Indonesia. waktu nyoba cari informasinya di Google, mostly of the results show only concers on FUND, not on the impact for the environment. kayaknya kok miris banget sih, padahal ada satu artikel yang menulis bahwa ada unit-unit pembangkit listrik baru yang akan dibangun di beberapa daerah pesisir (salah duanya adalah Teluk Naga di Banten dan Pelabuhanratu), tapi kok ulasan tentang dampak lingkungannya gak dibahas? apa mungkin yas kurang teliti nyarinya?
berdasarkan beberapa diskusi yg yas lakukan di kantor, saat ini memang topik limbah pembangkit sedang menghangat, terutama di kalangan kami orang laut (we often call ourselves like that) dan orang pertambangan. tanpa bermaksud menjelek-jelekkan afiliasi yas sendiri, yas mulai bisa ngeliat mana yang bener-bener orang lingkungan dan mana yang (mungkin) cuma pura-pura. hehe, kalo inget itu jadi pengen senyum2 sinis aja (sinis sm siapa???), ternyata ada yaaaa?
well, so far belum ada perkembangan lagi, tapi yang jelas pembicaraan ini harus menemukan solusi terbaiknya, terutama buat lingkungan. bukan hal yang mustahil kan kalo bisa menyeimbangkan antara kepentingan rakyat dan kepentingan lingkungan? toh keberadaan lingkungan kan juga untuk kepentingan manusia, dan rakyat jelas-jelas merupakan bagian dari manusia. yas hanya ingin menarik pelajaran, bahwa sesulit apapun kita mempertahankan idealisme, ya kita harus tetap bertahan. emang mau besok-besok (dan seterusnya) ngeliat laut kita jadi item semua tercemar limbah? yas pikir pemerintah juga harus lebih tegas, kalau pak SBY bisa melarang Menhut untuk berhenti mengeluarkan izin pembalakan, kenapa dia juga gak bisa melarang pembuangan limbah ke laut?? semoga beliau bisa lebih adil...