Rabu, 02 April 2014

at the end of a conversation

 

tulisan ini mungkin ga akan saya publikasikan di blog.

tentang profesionalisme. ah ya, mungkin saya terlalu naif, sok idealis, sok menganggap serius pekerjaan yang mestinya bisa dibuat sederhana.

tapi entah kenapa saya terusik, hingga secara spontan terlontar satu nama, seolah saya menjadikan beliau sebagai tameng saya. sedih rasanya.

tapi mau apa lagi sih? tak bolehkah saya menolak karena memang saya tak sanggup?

sempat terlintas di benak saya tadi, bagaimana bila di akhirat nanti saya dimintai pertanggungjawaban atas apa yang saya kerjakan? apa pikiran saya tadi itu terlalu jauh?

tak bisa saya pungkiri, di lingkungan ini saya sudah menentukan figur yang ingin saya teladani. implikasinya, saya akan lebih ‘manut’ pada saran atau masukan dari figur tersebut dibanding orang lain. karena toh apa yang saya dapat dari sosok figur itu telah banyak membentuk diri saya seperti yang sekarang ini. saya tidak merasa diri saya paling benar, tapi paling tidak saya telah belajar membedakan hal benar salah, pantas tak pantas, layak tak layak.

saya belajar tentang respek. tentang menghormati derajat keahlian orang lain. tentang menghargai buah pikiran orang lain. tentang mengapresiasi hasil belajar siang malam orang lain. bisakah saya menirunya dalam sekejap? bisa. saya yakin saya dianugerahkan kecerdasan untuk itu. tapi bagi saya, itu berarti mengkhianati sikap respek terhadap keilmuwan-an seseorang.

baiklah, ini mungkin hanya tentang pilihan.

dan saya memilih untuk tetap bersikap seperti ini. mungkin akan ada masanya saya melunak, mengerjakan hal yang bukan minat saya. tapi masa itu bukan sekarang. sungguh bukan sekarang. saat ini saya hanya ingin menikmati proses mencari, untuk pada akhirnya menemukan sesuatu yang membuat saya sulit berpaling. ehm.

atau, adakah yang mempermasalahkan hal ini?

apakah saya bergerak terlalu lambat? bila ya, adakah yang merasa terganggu dengan gerak lambat saya ini?

jika tidak, berarti saya boleh melakukannya, bukan? :)

Tidak ada komentar: